KOTAJAMBI-Pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) dipandang penting pemerintah kota (Penkot) Jambi. Sebagai kota yang tidak memiliki sumber daya alam sebagai pemasukan daerah, Pemkot Jambi terus meningkatkan kemampuan SDM warganya.

Untuk itu, melalui dinas tenaga kerja, koperasi dan UKM kota Jambi, dilakukan pelatihan kerja berbasis kompetensi dan kewirausahaan UKM.

Wakil Wali Kota (Wawako) Jambi Maulana saat membuka pelatihan berharap, peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini. Dirinya mengingatkan, jangan sampai pelatihan hanya dijadikan sepintas kegiatan yang tak ada ujung hasilnya.

"Coba nanti disnaker pantau peserta ini setelah ikut pelatihan. Saya inginnya, peserta ini dapat tampil sebagai pengusaha di bidangnya," pinta Maulana di hadapan peserta di ruang pola kantor Wali Kota Jambi, Kamis (20/2/2020) pagi.

Kepada wartawan usai acara, Maulana kembali menegaskan komitmen pemkot Jambi dalam peningkatan SDM yang akan berdampak pada kemajuan perekonomian.

Maulana juga menyinggung kemajuan teknologi informasi yang saat ini sangat membantu kemajuan suatu usaha yang dijalankan.

"Kami melaksanakan ini sebagai wujud dari rencana pembangunan jangka menengah daerah yang pada tahun kedua ini, di samping infrastruktur adalah pengembangan sumber daya manusia," ujar Maulana.

"Maka pelatihannya itu berada di semua OPD terkait, di Dinas Pendidikan ada, di Dinas Perdagangan Perindustrian ada, di Dinas Sosial juga ada, tergantung kelompok mana yang mau kita bina."

"Yang paling penting saya tadi menitipkan pesan kepada Kepala Dinas, Camat dan Lurah adalah pasca pelatihan. Jadi jangan hanya setelah dilatih, dikasih bantuan alat kemudian pulang tidak bisa berkembang menjadi enterpreneur dan menjadi startup," jelasnya.

Dirinya juga sudah meminta kominfo untuk mengembangkan dan membantu peserta pelatihan dalam hal pemasaran secara online.

Dengan bonus demografi saat ini, kota Jambi banyak potensi tenaga kerja yang berlimpah. Ini tentu dibutuhkan kesempatan kerja yang luas.

Untuk itulah, kata Maulana, diharapkan peserta ini nantinya bisa menjelma menjadi pemberi kerja alias pengusaha di bidangnya.

"Jambi ini sekarang sudah masuk fase bonus demografi, angkatan kerjanya udah banyak. Kalau kita tidak bisa membuka lapangan kerja, maka akan muncul pengangguran yang tinggi dan berdampak kepada kriminalitas yang meningkat."

"Maka pemerintah kota Jambi konsen yang pertama membuka investasi supaya membuka lapangan kerja dan mewajibkan para investor untuk mengangkat pegawai yang dari Jambi 80 persen."

"Kemudian yang kedua adalah melatih para pemuda untuk menjadi pengusaha bukan pencari kerja, tetapi membuka lapangan kerja," jelas Maulana.

Jika ini dilakukan, kata Maulana, akan sangat membantu pemerintah mengurangi pengangguran. Sekali lagi dirinya meminta dinas terkait memantau peserta agar bisa mengembangkan bisnisnya.

"Harapannya saya mengimbau kepala OPD terkait, yang paling penting memonitor pasca pelatihan betul-betul bisa menjadi pengusaha. Walaupun tidak 100%, separuhnya udah bagus," pungkas Maulana.

Dijelaskan Plt Kadis Naker, Koperasi dan UKM A Yani, peserta pelatihan tata rias dan menjahit masing-masing berjumlah 40 orang serta kewirausahaan 80 orang.

"Tujuan dari latihan ini kami harapkan ada membentuk pelaku usaha baru yang mana tujuan ke depan diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran yang ada di kota Jambi," ujar A Yani.

Salah seorang peserta Adel (21) menyampaikan terima kasih kepada pemkot Jambi yang telah memberi pelatihan. Ia yang mengikuti pelatihan menjahit, berharap kemampuan menjahitnya meningkat.

"Jadi kemampuan jahitnya lebih diasah lagi. Setelah punya kemampuan itu nantinya digunakan untuk membuat baju untuk diri sendiri dulu.

"Setelah itu udah bagus, baru buka usaha. Terima kasih udah buka pelatihan ini, semoga kedepannya bermanfaat bagi orang lain," ujarnya.

Hal senada disampaikan Febri (35). Baginya, pelatihan akan sangat membantu peningkatan kualitas menjahitnya.

"Dengan adanya pelatihan ini mudah-mudahan saya bisa membuka usaha sendiri dan bermanfaat bagi orang lain. Terus pemerintah memberi anggaran buat yang lagi memulai usaha," harapnya.

Pembukaan pelatihan ditandai dengan pengalungan tanda peserta kepada perwakilan.(SJ)