HALOJAMBI.ID - Bupati Batanghari Syahirsah, Sy, memyambut serta sekaligus mendampingi Menteri Pemuda dan OlahragaImam Nahrawi, dalam acara serah terima renovasi perpustakaan SDN 163/I Bulian Jaya dan SDS Permata Agri Muara Bulian dalam Program #1Emas 1Perpustakaan Asian Games 2018. Kamis siang (01/08/2019).
Dalam acara tersebut, dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Jambi, Asraf, Sekretaris Daerah Kabupaten Batanghari Bakhtiar, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), CEO Tanoto Foundation Satrio, unsur forkopimda, para camat, beserta rombongan dan para tamu undangan lainnya. Juga ikut hadir peraih medali emas Asian Games 2018, Harifan dan pipit.

Bupati Batanghari dalam sambutannya di samping menghaturkan rasa terimakasih kepada Menpora yang telah berkunjung di Batanghari, juga memaparkan tentang program Pemkab Batanghari yang menerapkan Kaur Pemuda dan olahraga di 112 desa dan kelurahan.
" Saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Menpora yang telah datang ke Bumi Batanghari ini. Pada periode kedua kepemimpinan saya sebagai Bupati Batanghari, saya telah menerapkan di seluruh 112 desa dan kelurahan untuk memperhatikan segi penuda dan olahraganya. Oleh karena itu, di setiap pemerintahan desa, kami bentuk Kaur Olahraga dengan anggaran pertahunnya 50 juta. Kaur pemuda dan olahraga ini merupakan program pertama dan satu-satunya di Indonesia " kata Bupati.

Untuk Tanoto Fondation, bupati juga mengharapkan dapat. Memberikan bantuan seperti ini bagi desa-desa lainnya di Batanghari, dalam hal perpustakaan.
"Mudah-mudahan ke depannya desa-desa lain yang ada di Kabupaten Batanghari dapat bantuan seperti ini dari Tanoto Fondation, khususnya untuk perpustakaan di sekolah-sekolah," harap Bupati.
Menteri Pemuda Imam Nahrawi, dalam sambutannya, mengatakan bahwa perpustakaan merupakan sebuah tempat yang akan membuka cakrawala kita, membuka jendela kita atas ilmu pengetahuan dan pengalaman di luar kita.

" Lewat pustaka ini, akan banyak mendapatkan manfaat. Tidak hanya bagi siswa maupun pelajar, tatapi tentu untuk kita semua sebagai bahagian dari masyarakat " ucap Menpora.
Lanjutnya, setelah siswa dan pelajar membaca di pustaka, pasti akan bercerita dan berdongeng, dan pasti bertanya sesuatu kepada orang tua dan guru.
" Sebagai guru dan orang tua, harus siap-siap di luar pelajaran yang diberikan di kelas, ketika mereka bertanya. Hal ini terjadi, karena mereka sudah membaca di perpustakaan" kata Menpora lagi.
Kepada Kepala sekolah SDN 163/1 Bulian Jaya, Menpora mengharapkan agar perustakaan yang sudah ada, di samping diperuntukan bagi siswa, juga dapat untuk dibuka bagi masyarakat.
Menpora di dampingi Bupati, dan Staff Ahli Gubernur Jambi, kemudian membuka resmi perpustakaan dengan menggunting pita secara bersamaan. ( Fri/Adv)