Jambi - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi menggelar pasar lelang komoditas Agro terpadu edisi kedua di Grand Hotel, Kamis (29/8/2019).
Berbagai macam produk dan turunannya seperti komoditas pertanian, perkebunan dan olahan pangan diperjual belikan dalam lelang kali ini, sebagai sarana transaksi yang efektif dan efisien bagi pelaku usaha di Provinsi Jambi.
Kepala Disperindag Provinsi Jambi, Ariansyah mengatakan lelang Agro ini merupakan prioritas nasional dari Kementerian Perdagangan yang diselenggarakan Edisi kedua di Provinsi Jambi.
"Lelang Agro ini juga sebagai Warming Up pada saat Hari Kopi Internasional tanggal 3 Oktober 2019 mendatang yaitu lelang Agro khusus kopi dan lelang terpadu," ujarnya.
Dijelaskan Ariansyah, lelang ini diselenggarakan bertujuan untuk memutuskan mata rantai yang biasanya panjang antara pembeli dan penjual.
"Adanya lelang agro ini bisa mempersingkat mata rantai antara petani dan pembeli, mereka kita temukan dalam pelaksanaan ini dan yang diuntungkan adalah petani," jelasnya.
Ia berharap pembeli dan penjual tidak hanya dalam lelang spot seperti saat ini, tetapi berjangka hingga ke tahap lelang online.
"Jumlah peserta lelang agro edisi kedua ini sekitar 75 orang," sebutnya.
Adapun hasil lelang edisi kedua tersebut jumlah transaksi mencapai Rp 2,5 miliar yaitu transaksi terbanyak berasal dari komoditas pinang, madu dan kopi. Selain itu juga ada kayu manis, kelapa, beras dan makanan olahan lainnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Penguatan dan Pengawasan Pasar Lelang Komoditas, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) Kementerian Perdagangan, Himawan Purwadi berharap dengan terselenggaranya lelang agro ini mudah-mudahan transaksi yang terjadi ini diakhiri dengan tanpa adanya gagal bayar.
"Harapannya betul-betul lelang agro ini terselenggara secara transparan tanpa direkayasa dan tanpa diatur-atur," ujarnya singkat. (uya)