Jambi - Triwulan III tahun 2019, Pertumbuhan ekonomi provinsi Jambi alami pertumbuhan sebesar 4,31 persen.
Hal tersebut diutarakan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Dadang Hardiwan dirinya menyebutkan dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha yakni jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang tumbuh 10,43 persen diikuti real estate 8,55 persen dan jasa pendidikan sebesar 8,05 persen.
"Jasa kesehatan memang meningkat karena kabut asap sehingga jasa kesehatan tinggi," kata Dadang, Rabu (6/11/19).
Untuk struktur PDRB provinsi Jambi menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2019 tidak menunjukkan perubahan berarti.
"Pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan dan penggalian, perdagangan besar eceran, reparasi mobil-sepeda motor serta Industri pengolahan masih mendominasi PDRB provinsi Jambi," jelas Dadang.
Terkait pertumbuhan ekonomi triwulan III 2019 terhadap triwulan sebelumnya (q to q) tumbuh 1.35 persen. "kemarau serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berefek tingginya pemakaian listrik untuk pendingin ruang dan lainnya dimana hal itu berdampak pada pertumbuhan ekonomi kategori pengadaan listrik dan gas sebesar 6,66 persen," katanya.
Dadang menambahkan, struktur perekonomian Sumatera secara spasial pada triwulan III tahun 2019 masih didominasi oleh provinsi lumbung energi dan provinsi Jambi dilihat dari distribusinya terhadap PDRB Sumatera berada peringkat ke tujuh sebesar 6,34 persen.
"Tiga provinsi dengan share terbesar adalah Sumatera Utara dengan share sebesar 23,44 persen, provinsi Riau sebesar 21,92 persen dan Sumatera Selatan sebesar 13,55 persen," tutupnya. (uya)