Jambi - Hingga triwulan III 2019, perekonomian Provinsi Jambi menunjukkan pertumbuhan yang melambat sehingga diperkirakan mempengaruhi laju pertumbuhan keseluruhan tahun 2019. Pada triwulan III-2019, laju pertumbuhan ekonomi Jambi berada pada level 4,31% (yoy).  

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi, Bayu Martanto mengatakan perlambatan terutama disebabkan penurunan kinerja lapangan usaha (LU) pertambangan seiring melemahnya permintaan batu bara dan harga komoditas pertambangan. 

"Ini akibat perlambatan ekonomi global serta pembatasan impor Tiongkok dan India. Sementara, pasokan minyak mentah dan batu bara yang masih tinggi menahan perbaikan harga komoditas," ujarnya, Sabtu (14/12/2019).

Di sisi lain, pertumbuhan LU pertanian mengalami akselerasi dalam tiga kuartal terakhir. Peningkatan kinerja LU pertanian terutama didorong perbaikan permintaan dan harga kelapa sawit. 

"Kondisi ini dipengaruhi peningkatan permintaan minyak kelapa sawit oleh Tingokok menyusul kenaikan bea impor minyak kelapa sawit asal Amerika Serikat serta konsumsi dalam negeri untuk kebutuhan biodiesel B20," sebutnya.  

Dijelaksan Bayu, untuk tahun 2019 laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi diperkirakan pada kisaran 4,43- 4,83% (yoy) bersumber dari perbaikan kinerja LU pertanian, LU perdagangan didukung penyesuaian UMP dan besaran bantuan sosial pemerintah yang menjaga daya beli masyarakat, serta LU konstruksi didorong kenaikan investasi bangunan di sektor perdagangan ritel, akomodasi dan jasa kesehatan.  

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2020 diperkirakan meningkat. Perbaikan kinerja ekonomi daerah akan ditopang oleh perbaikan kinerja LU pertanian, LU pertambangan dan LU perdagangan sejalan dengan pemulihan ekonomi global. 

Selain itu, kebijakan pemerintah terkait penerapan biodiesel B30 dan B50 akan mendorong perbaikan permintaan dan harga komoditas kelapa sawit di tingkat lokal. 

"Meningkatnya permintaan komoditas pertanian dan pertambangan, akan tercermin pada pertumbuhan ekspor daerah dan konsumsi rumah tangga di sisi pengeluaran. Selain itu, kinerja konsumsi LNPRT juga diperkirakan meningkat seiring penyelenggaraan Pilkada serentak di wilayah Provinsi Jambi,"tandasnya. (uya)