Jambi - Harga bawang putih beberapa hari belakangan berangsur merangkak naik dari harga awal yang hanya Rp 28 ribu perkilogram. Saat ini, harga bawang putih mencapai Rp 55 ribu perkilogram. Jum'at (7/2/2020).

Mulai naiknya harga bawang putih di Provinsi Jambi disebabkan semakin menipisnya ketersediaan stok di distributor. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi mengatakan kenaikan harga bawang putih terjadi pada awal bulan Februari. Terjadi kenaikan, disebabkan importir di Pusat saat ini mendistribusikan stok bawang putih November 2019 lalu ke distributor yang berada di Indonesia termasuk di Jambi. 

"Kebutuhan bawang putih di Jambi memang sedikit ditahan dari Importir pusat ke distributor. Jadi dengan, keterbatasan ini terjadi kelonjakan harga," Ujarnya. 

Mengantisipasi agar harga bawang putih kembali stabil, dijelaskan Amir Hasbi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan Pusat untuk mengupayakan agar tidak terjadi kelangkaan bawang putih. 

Jika di Provinsi lain terdapat produksi bawang putih, disebutkan Amir, pihaknya juga akan membeli untuk kebutuhan di Jambi agar tidak terjadi kelangkaan. 

"Kita punya anggarannya untuk membeli dan dijadikan stok, selain itu kita juga mendapatkan bantuan dari Bank BI untuk menekan kelonjakan harga Bahan pokok," Sebutnya.

Untuk saat ini, pihaknya juga telah membeli dari tiga distributor bawang putih yang berada di Jambi untuk di stok agar tidak terjadi kelangkaan. Jika suatu saat terjadi kelonjakan harga yang cukup signifikan terhadap bawang putih, Dinas Ketahanan Pangan akan melakukan operasi pasar mengeluarkan stok yang ada agar harga kembali stabil. 

Untuk menginvetarisi Bawang Putih, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi saat ini juga tengah memproduksi bawang putih lokal yang mana saat ini dalam masa penanaman seluas 100 hektar yang dipusatkan di Kabupaten Merangin dan Kerinci. 

"Panennya sekitar 3 sampai 4 bulan kedepan dan akan mampu mengatasi permasalahan kelangkaan bawang putih ini," jelasnya.

Ia menambahkan kebutuhan bawang putih di Provinsi Jambi mencapai 32.222 Ton pertaun atau sekitar 89,5 ton perhari. Sedangkan ketersediaan saat ini, hanya mencapai 772 ton untuk satu tahun. 

"Kita di Jambi ini Defisit ketersediaan Bawang Putih, maka dari itu kita terus melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," pungkasnya.

Untuk diketahui, mulai langkanya komoditi bawang putih di beberapa daerah belakangan ini sejak adanya pembatasan impor bawang putih dari Tiongkok. Hal ini disebabkan, adanya imbas dari virus corona sehingga membuat pemerintah Indonesia mengurangi impor beberapa komoditi dari Tiongkok termasuk bawang putih.

Pada tahun 2020 ini, Pemerintah Pusat belum membuka impor bawang putih dari Tiongkok. Sementara bawang putih yang beredar di pasar merupakan stok November 2019 yang didistribusikan secara bertahap. (uya)