JAMBI - Pada Bulan Mei 2020, Kota Jambi dan Kota Muara Bungo mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,29 persen dan 0,49 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Jambi sebesar 103,60 dan Kota Muara Bungo sebesar 104,30.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Wahyudin menyampaikan, inflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 4 kelompok pengeluaran. Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,51 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,51 persen; serta kelompok transportasi sebesar 2,19 persen.

Sedangkan Inflasi di Kota Muara Bungo terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 6 kelompok pengeluaran. Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,11 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,55 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,28 persen; kelompok transportasi sebesar 0,71 persen; serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,36 persen.

"untuk komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Jambi Bulan Mei 2020 antara lain angkutan udara, bawang merah, kangkung, rokok kretek filter, tempe, bayam, rokok putih, ikan dencis, ikan lele dan santan jadi," ujarnya, saat rilis BPS, Selasa (2/6/2020)

Sementara itu komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Muara Bungo adalah bawang merah, daging ayam ras, ayam hidup, petai, rokok kretek filter, tarif kendaraan travel, angkutan antar kota, telepon seluler, daging sapi dan celana panjang jeans pria. 

Perbandingan inflasi antar 24 kota se-Sumatera yang menghitung IHK menunjukkan sebanyak 22 kota mengalami inflasi dan 2 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,20 persen dan terendah terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Metro sebesar 0,35 persen. Kota Jambi dan Kota Muara Bungo berada pada urutan ke-17 dan ke-7 antarkota se-Sumatera.

Namun dari 90 Kota yang menghitung IHK di Indonesia, sebanyak 67 kota mengalami inflasi dan 23 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,20 persen dan terendah sebesar 0,01 persen terjadi di Kota Tanjung Pinang, Bogor dan Madiun. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Luwuk sebesar 0,39 persen, dan terendah di Kota Manado sebesar 0,01 persen. (*)