Jambi - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, pada bulan Januari 2019 Kota Jambi mengalami deflasi sebesar 0,51 persen dan Kota Muara Bungo inflasi sebesar 0,29 persen.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Dadang Hardiwan mengatakan Deflasi Kota Jambi terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada dua kelompok pengeluaran.
"deflasi terjadi dikarenakan penurunan kelompok bahan makanan sebesar 2,60 persen serta kelompok transportasi komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,75 persen," ujarnya, saat rilis di kantor BPS Provinsi Jambi, Jum'at (1/2/2019).
Dijelaskan Dadang Jika dilihat dari komoditasnya, andil utama yang menyebabkan terjadinya deflasi kota Jambi bulan Januari 2019 adalah cabai merah, udang basah, angkutan udara, bensin, bayam, ikan gabus, sawi hijau, apel, ikan nila, dan kangkung.
Sedangkan, Inflasi kota Muaro Bungo disebutkan Dadang, terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 6 kelompok pengeluaran.
"Adapun enam kelompok pengeluaran itu yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,18 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,01 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,09 persen, kelompok sandang sebesar 0,54 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,28 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 2,77 persen," sebut Dadang.
Kemudian, disebutkan Dadang, untuk komoditas utama yang memberikan andil besar terhadap terjadinya inflasi Kota Muara Bungo adalah temoat rekreasi, bimbingan belajar, emas perhiasan, mobil, udang basah, upah pembantu rumah tangga, ikan gabus, ikan nila, daging ayam ras dan jengkol.
Selanjutnya, mengenai laju inflasi tahun kalender Kota Jambi pada bulan ini sebesar -0,51 persen, dan laju inflasi "year on year" sebesar 1,58 persen.
"Sedangkan laju inflasi tahun kalender Kota Muara Bungo bulan ini sebesar 0,29 persen dan laju inflasi "year on year sebesar 2,50 persen," jelasnya.
Sementara itu, mengenai Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Jambi sebesar 133,89 dan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Muara Bungo tercatat sebesar 133,21.
Dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, sebanyak 18 (delapan belas) mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Sumatera terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,23 persen dan terendah terjadi di Kota Pematangsiantar sebesar 0,01 persen.
Dari 82 Kota yang menghitung IHK di Indonesia, sebanyak 73 (tujuh puluh tiga) kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,23 persen dan terendah terjadi di Kota Pematangsiantar sebesar 0,01 persen. (uya)