Jambi - Dalam empat tahun terakhir Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tidak dapat mencapai angka 5 persen. Sebab, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, ekonomi Provinsi Jambi tahun 2018 hanya tumbuh mencapai 4,71 persen. 

Jika dirata - ratakan mulai dari tahun 2015 - 2018 pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi hanya mencapai 4,48 persen. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi Bayu Martanto mengatakan, tidak mencapainya angka 5 persen dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang mulai melambat sejak 2015. 

"Hal ini disebabkan melemahnya harga komoditas unggulan daerah di sektor pertanian dan pertambangan seiring dengan melemahnya harga internasional komoditas tersebut seperti, CPO, karet, migas dan batu bara," ujarnya, saat dikonfirmasi via Whatsapp. Kamis (6/2/2019)

Bayu menyebutkan dengan melemahnya harga komoditas tersebut mempengaruhi kinerja sektor terkait seperti sektor pertanian yang mana sebelum memasuki tahun 2015 bisa tumbuh dengan angka mencapai dua digit. Namun, mulai tahun 2015 hanya bisa tumbuh satu digit. 

"Bahkan, pada tahun 2018 sektor pertanian rata-rata hanya tumbuh sekitar 2,48 persen (yoy), "sebutnya. 

Disampaikan Bayu, demikian pula sektor pertambangan dan penggalian yang ikut mengalami pelemahan, bahkan sempat mengalami kontraksi pada Triwulan III dan IV 2015 serta Triwulan I 2017. Namun demikian pada tahun lalu, sektor ini menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi dengan pertumbuhan rata-rata 6,86 persen (yoy). 

Akan tetapi, Bayu memaparkan jika dilihat dalam lima tahun terakhir mulai dari 2014 - 2018 rata - rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi sebesar 5,06 persen. 

"jadi pertumbuhan ekonomi jika dilihat lima tahun terakhit masih di atas 5 persen, dikarenakan tahun 2014 Provinsi Jambi masih mengalami pertumbuhan yang tinggi yaitu 7,36 persen ditopang oleh harga komoditas," tuturnya. 

Sebelumnya, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi provinsi Jambi pada tahun 2018 berkisar 4,6 - 5,0 persen. Angka tersebut masih masuk dalam perkiraan BI, sebab BPS Provinsi Jambi merilis pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi sebesar 4,71 persen. 

Sedangkan untuk tahun 2019, dikatakan Bayu, BI Provinsi Jambi memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan berada 4,7 - 5,1 persen (yoy), atau cenderung menguat dibandingkan tahun 2018. 

"Pertumbuhan ekonomi masih akan bersumber pada sektor pertambangan dan penggalian sejalan dengan outlook positif komoditas energi primer internasional ditengah menguatnya permintaan dan harga komoditas minyak bumi dan batu bara," pungkasnya. (uya)