Jambi - Sistem dalam mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Central Asia (BCA) keamanannya dipertanyakan. Sebab, masih minimnya pengamanan terhadap uang nasabah di dalam mesin ATM yang terjadi di Kota Jambi. 

Hal ini diketahui, setelah Bujang Nizar pemilik ATM Bank Jambi Syariah menarik uang tunai di mesin ATM BCA ternyata saldonya tidak berkurang. 

Bujang sempat heran dan tidak percaya, setelah mengecek kembali di mesin ATM bank lain seperti Bank Mandiri, BTN, dan BNI ternyata saldonya masih utuh. Akan tetapi, dirinya menarik uang tunai di mesin ATM lain selain BCA, saldo dalam tabungannya berkurang sebagaimana biasanya. 

Bujang sebelumnya mengecek saldo di tabungannya pada mesin ATM di kawasan Jamtos, Senin (25/11/2019) siang. Saldonya berisikan Rp 9,391,454, lalu ia menarik uangnya sebanyak Rp 500 ribu pada mesin ATM BCA. 

Namun, setelah di cek kembali saldonya tidak berkurang, hanya terkena biaya penarikan menggunakan ATM BCA. Saldo di rekening Bujang masih sebanyak Rp 9,383,454, dimana seharusnya isi saldo Bujang tersisa Rp 8,883,454. 

Saat dikonfirmasi Halo Jambi, Bujang mempertanyakan sistem dalam mesin ATM BCA tersebut dikarenakan pengamanannya kurang atau belum berjalan dengan baik. Sebab, ATM bersama miliknya saat melakukan penarikan tunai di ATM BCA saldo  dalam rekeningnya tidak berkurang. 

"saya gunakan ATM bersama dan narik di ATM BCA, uang keluar akan tetapi saldo di rekening masih tetap," ujarnya. 

Dijelaskan Bujang yang juga sekaligus Kepala Sekolah SDN 73 Simpang Sungai Duren, Muaro Jambi ini, dirinya segera mengembalikan uang tersebut kepada pihak bank. Sebab, uang itu adalah milik orang lain bukan miliknya.

"Saya akan kembalikan uang ini dan melapor kepada bank tersebut," sebutnya.

Dikembalikannya uang tersebut, kata Bujang, dikarenakan dirinya tidak ingin terjerat hukum pidana seperti kejadian di Jakarta pembobolan mesin ATM terulang.

"Niat saya baik, saya akan kembalikan kepada pihak bank," tandasnya.

Ia berpesan untuk masyarakat jika terjadi hal seperti dirinya, diharapkan untuk segera mengembalikan segera uang itu kepada pihak bank terkait. Sebab, uang itu adalah hak milik orang lain. 

Kemudian, Bujang mendatangi Bank BCA pusat Cabang Jambi di kawasan Pasar, Kota Jambi untuk memberitahukan kejadian tersebut. Ia disambut oleh Kepala Pelayanan kantor BCA Cabang Jambi, Bu Aan panggilan akrabnya. 

Atas kejadian ini, bu Aan sempat terkejut mengapa bisa terjadi hal seperti itu, sebab ini baru pertama kalinya terjadi di Indonesia khususnya di Jambi. 

"Pernah terjadi seperti ini, akan tetapi rekeningnya BCA dan tarik tunainya juga di ATM BCA. Tidak pernah kejadian antar lintas Bank terjadi seperti ini, ini baru pertama kali," ujarnya. 

Menanggapi hal tersebut, ia tidak berani banyak berkomentar karena sedang dalam proses pengecekan dimana kesalahan yang terjadi sebenarnya. 

Ia mengapresiasi pak Bujang yang telah jujur dan beritikad baik terhadap kasus ini segera melaporkannya ke BCA. Maka dari itu, pihak BCA memberikan kredit khusus terhadap pak Bujang. 

"Kami dari BCA terimakasih kepada pak Bujang karena zaman sekaeanh sulit mencari orang yang jujur seperti pak Bujang. Kami tidak bisa memberikan apapun yang kami bisa hanya memberikan apresiasi kepada pak bujang," jelasnya.

Menariknya, atas kejadian ini pak Bujang dengan pihak BCA langsung menguji coba menarik uang di ATM kantor BCA cabang Jambi sebesar Rp 9,5 juta dan transaksi itu berhasil. Akan tetapi, saldo dalam rekening Bujang tetap masih utuh. 

Menariknya lagi, ternyata uang di dalam rekening Bujang hanya Rp 9,3 juta, akan tetapi bisa menarik melebihi dari jumlah saldo yang ada di rekening dirinya. 

Setelah dilakukan ujicoba, seluruh uang yang ditarik oleh Bujang dikembalikan  kepada pihak BCA dan diterima menggunakan tanda terima oleh pihak BCA. (uya)