Halojambinews : Pulau Berhala yang merupakan salah satu tempat bersejarah yang kuat awal berdirinya Kesultanan Jambi, yang sekarang menjadi bagian dari provinsi tetangga, jadi prioritas pertama bagi Sultan Jambi Sri Paduka Sultan Sayyid Fuad Bin Sayyid Abdurrahman Baraghbah, setelah dinobatkan Kamis pagi .

Hal ini disampaikannya kepada Halojambinews, Kamis malam (28/07/2022) di Taman Jaksa, Kota Jambi. " Kita tahu, dan seluruh masyarakat Jambi tahu, bahwa Pulau Berhala, adalah merupakan suatu tempat bersejarah yang merupakan salah satu titik awal berdirinya Kesultan Jambi. Dari sanalah Datuk Paduka Berhala yang nama aslinya Ahmad Salim II bermula datang dan menemui Raja Jambi Puti Selaras Pinang Masak dan kemudian menjadi suami raja. Pulau tersebut sudah menjadi milik Provinsi Riau." kata Sultan Jambi.

Selanjutnya, Pulau Berhala merupakan prioritas pertama bagi dirinya serta langkah awal sebagai sultan. " Priotas pertama, adalah bagaimana bisa memulangkan kembali Pulau Berhala ke Tanah Jambi yang notabenenya adalah merupakan milik masyarakat Jambi dan milik dari Sejarah Jambi. Sudah barang tentu, usaha ini kita carikan solusi yang baik, seperti pembicaraan secara musyawarah dengan pihak yang kompeten di sana. Mohon doa restu dan dukungan dari seluruh masyarakat" sambung Sayyid Fuad.

Di samping itu, sebagai Sultan Jambi, akan berusaha meluruskan sejarah dan membangkitkan kembali Marwah Kesultanan Jambi yang pernah jaya di masa lalu. " Sebagai Sultan Jambi Ke-22, ini adalah permulaan, langkah awal untuk Pelurusan Sejarah Kesultanan Jambi sekaligus kembali mengangkat Marwah Kesultanan Jambi. Hal ini mendapatkan respon positif, dukungan lahir maupun bathin dari seluruh Sultan Se-Nusantara." Pungkas Sultan. (Fri)