Jambi – Sekitar 150 mahasiswa yang tergabung dalam Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jambi dan HMI Cabang Jambi menggelar aksi unjuk rasa damai di Mapolda Jambi, Senin (1/9/2025) sore. Aksi yang dimulai sekitar pukul 16.40 WIB itu berlangsung tertib, penuh dialog, dan diakhiri dengan suasana sejuk serta kondusif.
Massa aksi datang untuk menyampaikan aspirasi terkait dua tuntutan utama. Pertama, menyoroti penutupan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di UIN STS Jambi yang menimpa kader HMI. Kedua, meminta kejelasan perkembangan laporan dugaan pengeroyokan terhadap kader HMI yang telah dilaporkan ke Polda Jambi beberapa waktu lalu.
Setibanya di Mapolda Jambi, para mahasiswa melakukan konsolidasi dan melanjutkan dengan orasi. Dalam orasi tersebut, mereka menyampaikan harapan agar aparat kepolisian segera memberikan kepastian hukum. Mereka juga menegaskan, apabila tidak ada perkembangan berarti, aksi serupa akan kembali digelar dengan jumlah massa lebih besar.
Wakapolresta Jambi AKBP Nurhadiansyah yang lebih dulu memberikan sambutan menyampaikan apresiasinya terhadap sikap mahasiswa yang mengedepankan jalur damai. “Terima kasih telah mengawali aksi ini dengan damai. Yakinlah, setiap laporan pidana yang masuk ke kami, pasti akan diproses sesuai prosedur,” ujarnya.
Sekitar pukul 17.15 WIB, perwakilan massa diterima langsung oleh Wakapolda Jambi Brigjen Pol. M. Mustaqim bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polda Jambi. Dalam pertemuan tersebut, Wakapolda menyampaikan bahwa pihaknya menghargai sikap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara baik dan tertib.
“Kami menerima dengan hati yang terbuka dan menyejukkan setiap aspirasi adik-adik mahasiswa. Kasus yang dilaporkan masih dalam proses penyelidikan, dan tentu membutuhkan waktu untuk mengungkap secara terang benderang. Namun, kami pastikan akan dituntaskan sesuai hukum yang berlaku,” ungkap Brigjen Pol. Mustaqim.
Untuk memberikan kejelasan lebih detail, Dirreskrimum Polda Jambi Kombes Pol. Jimmy Cristian Samma turut hadir menjelaskan tahapan penyelidikan yang telah berjalan. Menurutnya, laporan diterima pada 27 Agustus 2025 dan hingga kini penyidik masih mengumpulkan keterangan serta klarifikasi dari sejumlah pihak.
“Apabila rekan-rekan mahasiswa memiliki saksi atau bukti tambahan, itu akan sangat membantu proses penyidikan agar lebih terang benderang. Kami ingin kasus ini diungkap secara objektif, berdasarkan bukti dan fakta hukum yang ada,” tegas Kombes Pol. Jimmy.
Aksi yang berlangsung hingga pukul 18.00 WIB itu berakhir dengan damai. Para mahasiswa meninggalkan Mapolda Jambi dengan suasana tertib, sementara aparat kepolisian tetap menjaga keamanan di lokasi hingga situasi benar-benar kondusif.
Langkah HMI Jambi dalam menyuarakan aspirasi dengan cara damai mendapat apresiasi dari banyak pihak. Sikap ini dinilai dapat menjadi teladan bagi organisasi kepemudaan lain dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Dialog terbuka antara mahasiswa dan aparat keamanan pun menunjukkan bahwa jalur komunikasi sehat adalah kunci dalam menjaga iklim demokrasi yang harmonis.