Saya Jalan Kaki dari Penerokan ke Muara Bulian

Lek Saring Nyambung Hidup Ngumpul Botol Plastik Bekas

" Saya Jalan Kaki Dari Penerokan Ke Muara Bulian "

 

 

Batanghari - Sungguh miris melihat sosok tua ini, duduk istirahat di samping pintu masuk Kompleks BBC Muara Bulian. Badannya yang kurus dan lusuh, tampak santai sambil mengisap sebatang rokok kretek, serta sesekali meneguk teh manis dari botol air mineral. Di sampingnya, teronggok karung kecil yang berisikan berbagai macam botol plastik yang berhasil dikumpulkan hari ini. 

Tatapan matanya redup ungkapkan rasa keletihan.

Sosok tua itu, bernama Lek Saring (70), Warga Desa Penerokan Kecamatan Bajubang. Setiap harinya, Lek Saring yang hidup sendiri ini, berusaha menyambung hidup dengan berjalan kaki dari Penerokan ke Muara Bulian untuk mengumpulkan botol bekas. 

Kepada Halojambinews, Jumat sore (30/08/2019 pria tua asal Purwerejo Jawa Tengah ini, mengatakan bahwa setiap harinya mencari botol bekas untuk sesuap nasi. 

" Saya hidup sendiri. Anak istri saya di Jakarta. Mencari botol bekas seperti botol minuman air, untuk menyambung hidup sehari-hari" kata Lek Saring terbata-bata. 

Mendengar hal tersebut, timbul rasa iba dalam diri penulis. Apalagi Lek Saring mengungkapkan, bahwa hidupnya yang susah ini, tak ada sedikitpun perhatian dari orang lain maupun pemerintah. 

Akhirnya, Halojambinews memberikan sedikit bantuan uang kepada Lek Saring untuk sekedar meringankan himpitan ekonominya walau untuk sesaat. 

" Terimasih ya Pak" tutur Lek Saring sambil mengisap rokok kreteknya kembali. 

Akhirnya, setelah itu pria tua beranjak pulang beralaskan sandal jepit usang dengan berjalan tertatih-tatih menuju Penerokan. (Fri)