Jambi – Kampung Bersinar adalah singkatan dari Kampung Bersih dari Narkoba yang merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pertamina EP Asset 1 Jambi Field yang dipusatkan di Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi .
Kehadiran Pertamina EP tersebut, untuk memberdayakan masyarakat sekitar agar melakukan hal yang positif sehingga dapat terhindar dari penyalahgunaan narkoba, dikarenakan Legok termasuk zona merah yang menjadi sarang utama peredaran narkoba di Kota Jambi. Bahkan dengan adanya stigma negatif tersebut, Provinsi Jambi berada diurutan ke- 4 penyalahgunaan narkoba di Indonesia.
Dalam program kampung bersinar ini, Pertamina EP sejak tahun 2017 telah membina masyarakat sekitar menjadi pengrajin batik dengan nama kelompok “Batik Sipin Jajaran” sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang kreatif. Apalagi pada tahun 2019 ini, telah dibangun Rumah Batik di depan Kantor Kelurahan Legok, Kota Jambi bertujuan untuk dijadikan tempat produksi batik hingga tempat destinasi wisata masyarakat yang ingin belajar membatik.
Wakil Ketua kelompok Batik Sipin Jajaran, Yuliana mengatakan sejak hadirnya binaan membatik yang diberikan Pertamina EP, masyarakat menjadi lebih terampil dan dapat berinovasi untuk mengembangkan bakat kesenian dalam membatik. Bahkan, saat ini kelompoknya telah memiliki satu hak paten motif batik yaitu motif batik ikan Bajubang.
“Alhamdulillah, kalo dulu kami nganggur dirumah jadi Ibu Rumah Tangga (IRT) tapi sekarang bisa berkreasi dengan membatik, dan telah menghasilkan banyak motif batik,” ujarnya, saat ditemui Halo Jambi di Rumah Batik, Selasa (22/10/2019).
Ia menjelaskan kelompok Sipin Jajaran membatik menggunakan dua metode yaitu batik tulis dan batik cap. Untuk batik tulis sendiri, kelompoknya menyelesaikan satu helai kain memerlukan waktu satu bulan dikarenakan pewarnaan batik tulis menggunakan pewarnaan alami batik sehingga hasil yang didapatkan sangat baik. Sedangkan, batik cap kelompoknya bisa memproduksi sebanyak 30 – 40 helai kain perbulan.
“Pembuatan batik tulis lebih lama dikarenakan proses pembuatan motif batiknya tidaklah mudah memerlukan waktu beberapa hari hingga beberapa minggu selesai, berbeda dengan batik cap yang motifnya sudah terbentuk pada cap khusus batik yang membuat pembuatan batik lebih mudah dan gampang,” jelasnya.
Berkat hasil promosi melalui galeri batik yang ada serta jalur online melalui media sosial, penghasilannya saat ini Batik Sipin Jajaran yang kini memiliki 19 anggota tersebut bisa dibilang cukup besar karna dapat mencapai belasan juta rupiah setiap bulannya. Bukan hanya itu saja, pembeli di Rumah Batik Sipin Jajaran tidak hanya berada di dalam Provinsi Jambi, akan tetapi juga banyak dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Palembang, Lampung dan berbagai kota lainnya.
“Kita juga pernah mengikuti fashion week di beberapa kota seperti Palembang dan Jambi, alhamdulillah moti batik kita banyak yang berminat,” tandasnya.
Kemudian setelah sukses membuat Batik Sipin Jajaran maju, Pertamina EP kembali membuat salah satu program kegiatan kepemudaan untuk masyarakat sekitar yaitu Kerajinan Sablon Tematik Anti Narkoba. Dalam kegiatan ini, lebih ditujukan terhadap pemuda yang belum mendapatkan pekerjaan serta menjauhkan pemuda tersebut dari penyalahgunaan narkotika di wilayah sekitarnya.
Program yang baru berjalan dua bulan sejak dibentuk pada bulan Agustus 2019 lalu, Pertamina EP berhasil membentuk kelompok Putra Sablon Jajaran sebanyak 14 anggota. Dimana empat anggota merupakan mantan pengguna narkoba.
Ketua Kelompok Putra Sablon Sipin Jajaran, Raden Iwin Saputra mengatakan hingga saat ini kelompoknya telah berhasil menyablon puluhan baju. Bahkan, sudah ada yang laku dijual dipasaran.
“ Tidak hanya baju, kita juga bisa menyablon tas sesuai pesanan dari masyarakat dan motifnya bisa pilih sesuai keinginan,” ujarnya.
Terlihat dengan berbagai macam kegiatan positif dalam program Kampung Bersinar ini, Pertamina EP Jambi Field berhasil memberdayakan masyarakat sekitar Legok tersebut, menjadi lebih baik bahkan mendapatkan nilai tambah dengan penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, Andrew, selaku Pertamina EP Asset 1 Government & PR Assistant Manager mengatakan Kelurahan Legok, Kota Jambi di branding kampung Bersinar dikarenakan tempat tersebut merupakan tempat yang paling banyak menyalahgunakan narkoba. Padahal, masyarakatnya memiliki potensi yang dapat dikembangkan seperti pengrajin batik.
“Kita melihat banyak pengrajin batik yang telah memiliki keterampilan, hanya saja terkendala modal untuk mengembangkan kemampuan usahanya,” ujar Andrew.
Kemudian di tempat tersebut, juga banyak masyarakat yang memiliki usia produktif untuk bekerja, akan tetapi masih banyak yang belum bekerja atau pengangguran dikarenakan sulitnya melamar pekerjaan.
“Stigma negatif di Kelurahan Legok ini sudah cukup tinggi, padahal banyak sekali usia produktif yang bisa diberdayakan. Maka dari itu, kita memberdayakan pemuda ini dengan membangun kelompok Pemuda Sablon Sipin jajaran,” pungkasnya. (uya)