Sarolangun-Kekurangan lokal dan bangunan madrasah ibtidaiyah bergabung dengan MTSN nurul hidayah yang miris tidak tersentuh bantuan pemerintah sejak berdirinya sekolah ini pada tahun 1996, bangunan terlihat rapuh dan rusak.
Bangunan madrasah ibtidaiyah yang berdiri sejak tahun 1996 terlihat telah rapuh dan plapon yang rusak, fasilitas sekolah yang mulai rusak, seperti bangku dan meja rusak serta lantai ruangan yang pecah tanpa adanya rehab.
Tidak hanya itu plapon sekolahpun rusak tanpa diperhatikan kementrian agama kabupaten sarolangun.Mirisnya Satu ruangan kelas disekat menjadi dua lokal belajar, dan bangunan madrasah ibtidaiyah digabung dengan madrasah tsanawiyah nurul hidayah yang berlokasi di rt 04 desa lidung kecamatan Sarolangun, sementara minat sekolah siswa terbilang besar ,siswa kelas madrasah ibtidaiyah memiliki sekitar 80 siswa.
Erna Mufrida kepala sekolah madrasah ibtidaiyah ,Senin (11/11) mengaku sejak dibangun tidak tersentuh tangan pemerintah, ruangan madrasah ibtidaiyah terdapat tiga ruangan dalam satu ruang kelas disekat menjadi dua lokal.
Bila dalam aktifitas belajar alunan suara siswa terdengar jelas di ruang sebelah, sehingga sehingga siswa tidak fokus menerima mata pelajaran yang diajarkan.
"Akibat minimnya fasilitas sekolah, erna berharap adanya bantuan perbaikan gedung sekolah selayaknya sekolah sekolah lainya."terangnya.
Sementara pjs Kades Lidung Hairin mengatakan kalau melihat kondisi sekarang memang kurang adanya perhatian dari kemenag." Seperti madrasa itu boleh dikatakan satu atap disitu ada MI nya, Mts dan MAN," ungkapnya.
"Jadi kalau fasilitas yang ada, setelah saya cek ke lapangan itu tidak memadai, kurang layak huni sementara antusias dari anak-anak yang ada di Desa lidung ini sangat membutuhkan pendidikan baik otu di segi pendidikan agama karna desa lidung ini masih katagori dalam kota,"ujarnya.
"Saya melihat langsung ke lapangan itu plapon, korsi, meja, pintu dan lantai, intinya tidak layak di pergunakan lagi, apalagi kondisi kelasnya sudah tidak layak huni, seharusnya pusat pendidikan itu memang betul-betul nyaman untuk melaksanakan proses belajar mengajar."kata Kades.
Jadi upaya untuk kedepannya untuk memperhatikan disegi agama ini."Mungkin nanti saya juga akan Berkordinasi musyawarah di tingkat desa kalau seandainya dari desa tidak ada solusi celah untuk membangun madrasah ini kita tetap mau minta bantuan di pihak kabupaten ataupun propinsi karna menurut saya ini sangat di perhatikan karna pemerintah harus peduli tentang ini karena kita mikirnya kedepan nanti masyarakat ini terutama anak-anak perlu di perhatikan."tambahnya.(Gun)