Batanghari - Ribuan warga Kecamatan Pemayung, bahkan dari kecamatan lain, memadati Lapangan Eks MTQ Kelurahan Jembatan Mas, untuk mendengarkan tausiyah Tuan Guru Ustadz Abdul Somad yang hadir dalam rangka memeperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 2019. Walaupun acara akan dimulai pukul 16.00 WIB sore, namun antusias masyarakat dari berbagai kalangan ini, sudah berada di lapangan sejak pukul 10.00 pagi. Hal tersebut dikarenakan rasa cinta masyarakat terhadap sosok ustadz yang rendah hati tersebut.
Ustadz Abdul Somad yang paginya mengisi acara tausiyah di Sungai Penuh Kabupaten Kerinci, akhirnya sampai di Kecamatan Pemayung, dan istirahat di rumah dinas Kapolsek Pemayung. Kedatangan sosok ustadz yang fenomenal ini, disambut oleh Wakapolres Batanghari Kompol Sukamto, Kapolsek Pemayung AKP Iskandar Chusnein, Danramil Muara Bulian Kapten Ril Man, Camat Pemayung M. Amin, Perwakilan Kajari Batanghari, pengurus ponpes, serta para santri.
Setelah istirahat beberapa waktu, kemudian Tuan Guru menuju Lapangan Eks MTQ Pemayung. Di hadapan ribuan masyarakat, kedatangan Ustadz Abdul Somad yang diiringi pekik takbir, memberikan tausiyah selama satu jam, yang di dalamnya berisikan pentingnya Sadaqah dalam Islam serta pentingnya anak-anak untuk bisa membaca Alqur'anul Karim.
Ustadz Somad menekankan bahwa sadaqah wajib diberikan kepada anak-anak yatim di panti asuhan. Jangan hanya dalam moment hari Islam saja, tapi wajib diberikan setiap bulan.
" Pemberian santunan kepada anak yatim di panti asuhan, jangan hanya setiap momentum hari Islam saja, seperti Maulid Nabi serta Ramadhan, namun harus setiap bulan. Moment di Maulid Nabi serta Ramadhan, hanya sebagai pembangkit rasa kepada masyarakat untuk dapat berdasarkan secara rutin." Kata Abdul Somad.
Di samping sadaqah kepada anak yatim dapat dimuliakan Allah, sambung Somad, sadaqah juga berfungsi untuk mengirimkan pahala bagi orang tua, serta saudara-saudara yang sudah meninggal dunia.
" Di samping sadaqah untuk anak yatim dimuliakan Allah nantinya, juga dapat mengirim pahala kepada kedua orang tua yang sudah meninggal dunia, juga untuk saudara-saudara Muslim yang telah mendahului kita. Oleh karena itu, bapak-bapak, ibu-ibu serta saudara-saudara lainnya, marilah menanamkan diri untuk bersadaqah dari sekarang setiap bulan. Masukan beras satu kilo, minyak goreng satu kilo, gula satu kilo, teh sekotak, susu 10 sachet, kecap dan saos serta sarden 10 kaleng, dibungkus dalam pastikan dan serahkan ke panti asuhan." papar Abdul Somad, yang disambut dengan pekik takbir masyarakat.
Poin kedua dalam tausiyah tersebut, diterangkan betapa pentingnya anak-anak dapat membaca Alqur'anul Karim. Sebagai orang tua, pendidikan Al-Qur'an tersebut harus diberikan sejak bangku taman kanak-kanak.
" Anak-anak yang bisa dan mampu membaca Alqur'an, kedua orang tua yang mampu membaca Alqur'an, pada hari kebangkitan nanti, akan di dampingi oleh para malaikat" terangnya.
Pada sisa waktu 10 menit tausiyah, Ustad Abdul Somad memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan masyarakat yang sudah dikumpulkan sebelumnya oleh panitia.
Acara tausiyah ini berakhir pukul 17.00 WIB sore, dan kemudian Ustadz Abdul Somad dengan pengawalan Satlantas Polres Batanghari, menuju Bandara untuk kembali ke Jakarta.
Camat Pemayung, M. Amin, kepada Halojambinews, mengucapkan puji dan syukur karena acara Tabliq Akbar dalam rangka Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 2019 ini, berjalan lancar dan khitmad.
" Alhamdulillah, acara Maulid Nabi yang dihadiri Ustadz Abdul Somad dapat berjalan lancar dan khitmad. Acara ini dapat berjalan karena sinergitas Pemerintahan Kecamatan Pemayung dengan Polsek Pemayung, Koramil Muara Bulian, Lembaga Adat Batanghari dan kecamatan, beserta seluruh masyarakat Pemayung. Untuk biaya, seluruhnya murni dari masyarakat" tandas Amin. (Fri)