Sarolangun-Memasuki awal tahun 2020, Gas melon yang disubsidi pemerintah untuk kebutuhan masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi, sepertinya tidak semua dalam penyaluranya tepat sasaran.

Bahkan masih banyak ASN maupun warga yang memiliki ekonomi mapan memburu gas bersubsidi 3 kg, karena gas melon dijual dengan harga yang fantastis lebih murah.

Syarif pemilik pangkalan di kelurahan suka sari mengakui masih banyak pemburu gas melon berasal dari ASN maupun warga lainya yang memiliki kemapanan ekonomi.Sementara Gas melon sudah jelas peruntukannya bagi warga miskin, yang memiliki keterbatasan ekonomi .

Syarif sudah melarang ASN maupun warga mapan untuk membeli gas melon, namun apa daya mereka terkesan memaksa, dan melainkan tetangga rumahnya sendiri.

Syarif berharap pemerintah Kabupaten Sarolangun dapat mempertegas ASN dan warga yang mapan lainya agar tidak merampas hak warga miskin.

Selain itu walaupun sampai saat ini ketersediaan Gas melon di kota Sarolangun masih tercukupi, sayangnya gas melon sulit didapatkan di desa-desa yang jauh dari pusat keramaian. (regi)