Sarolangun-Kembali massa yang menamakan dirinya dari aliansi pemuda peduli Sarolangun (APPS), melakukan protes terkait keberadaan tenaga pekerja pada proyek jaringan gas (Jargas) yang berdomisili di Sri pelayang, kecamatan Sarolangun.
Aksi protes ini tentu memiliki alasan lain, pasalnya keberadaan tenaga pekerja yang sengaja didatangkan dari luar pulau Sumatera ini, menjadi salah satu alasan, apa lagi di tengah ancaman wabah Virus Corona.
Hal ini menjadi ketakutan tersendiri bagi masyarakat, Di tambah lagi dengan kondisi kabupaten Sarolangun yang saat ini sudah di nyatakan 3 orang positif Corona menurut Rafid tes.
Bukan itu saja, semenjak tenaga pekerja ini di datangkan, banyak sekali aturan-aturan yang di kangkangi oleh pihak menejemen pekerja, dan di anggap tidak sesuai dengan SOP standar Kesehatan, di mulai dari kelengkapan APD di saat bekerja, dan jaminan kalau tenaga pekerja ini sehat, pasalnya saat tenaga pekerja ini di datangkan, tenaga pekerja ini tidak di masukan dalam data ODP bagi protokel kesehatan di kabupaten Sarolangun, sehingga menjadi pertanyaan."Biasanya kalau ada orang yang datang dari luar kabupaten, itu di masukan dalam data ODP, tapi kenyataan nya data ODP 0, maka dari itu kami meminta untuk sementara pekerjaan di tunda terlebih dahulu, sesuai yang di sampaikan oleh ketua APPS Efendi Tapai.
" Kami dari aliansi APPS, meminta kepada pemerintah kabupaten Sarolangun, untuk sementara ini di stop dahulu, sampai ada kepastian jaminan kesehatan pada tenaga pekerja ini, apa lagi saat ini kabupaten Sarolangun sudah di nyatakan darurat Corona, hal ini yang mendasari kami, untuk menindak lanjuti ketakutan masyarakat yang sangat tinggi, untuk itu kami berharap agar pemerintah dapat mendengarkan aspirasi kami, hal ini bertujuan demi keamanan dan kenyamanan bersama"katannya.
Menanggapi aspirasi masyarakat pemerintah kabupaten Sarolangun, melalui Kabag ekonomi, menyampaikan bahwa untuk saat ini dari pemerintah, akan mencoba memfasilitasi antara pihak APPS dan pihak perusahaan, untuk mengadakan pertemuan, yang akan kita jadwalkan pada hari Senin, untuk membahas terkait SOP kesehatan bagi pihak pekerja, demi keamanan dan kenyamanan bersama, selain itu untuk tuntutan dari APPS agar pekerjaan penggalian Jargas ini di stop sampai dengan hari Senin."Sudah kita sepakati bersama, dengan pihak perusahaan, dan di Saksikan langsung oleh pihak kepolisian, TNI, utusan dari APPS, dan pihak perusahaan, hal ini kita lakukan untuk menghindari dari hal-hal yang tidak kita inginkan,"ujarnya.(Gun)