SAROLANGUN - Terkait pemeriksaan Rapit Test oleh Dinas Kesehatan Sarolangun kepada pedagang pasar atas sarolangun sebanyak 30 orang pedagang pada hari kamis 28 Mai 2020 dan hasilnya ada satu orang yang Reaktif atau Positif Rapit Test, Sabtu (30/05/2020).

Dari isu yang beredar, yang mengatakan ada satu pedagang bumbuĀ  pasar atas yang terkena reaktif atau positif Rapit Test, hal ini tersebar dikalangan masyarakat. Tentunya dibantah langsung oleh seorang padangan bumbu yang bernama Halimah.

Menurutnya, "Pada hari kamis aku ko dak pernah melakukan rapit test dari Dinas Kesehatan, tapi ngapo dari isu yang beredar di kalangan masyarakat bahwa aku yang keno di rapit test dan hasilnyo Reaktif atau positif, "Kata Halimah.

"Aku tidak terimo dengan isu yang sudah beredar dimano-mano ko, Aku dengar dewek dari orang-orang banyak di pasar maupun di kampung aku bahwa aku lah yang Reaktif atau Positif di rapit test pada saat pemeriksaan di pasar atas sarolangun, padahal aku tidak samo sekali melakukan Rapit Tes "Terangnya.

"Aku betanyo samo orang yang ngato aku itu, "Dari mano informasi bahwa aku yang reaktif atau positif sewaktu di Rapit Tes Kemarin, Padahal aku tidak melakukan rapit tes karena aku sehat" terus orang itu menjawab "Aku tau nyo dari orang puskesmas sarolangun yang mengatakan bahwa pedagang yang Reaktif atau Positif di Rapit Tes adalah pedagang bumbu yang bernama Limah warga Kampung Muara Sawah, Dusun Sarolangun).

"Padahal yang aku dengar dari informasi masyarakat yang keno satu orang rapit test yang Reaktif atau Positif itu pedagang cendol di pasar atas, "Jelasnya.

"Tentunyo dengan hal ini aku merasa tidak terimo kareno namo baik aku sudah tercemar dan dijauhi orang-orang serta dagangan aku sepi kareno sudah beredar isu yang tidak benar (Hoax), "Tuturnya.

"Aku mintak pemeriksaan dari Dinas Kesehatan itu transparanlah yang terkena Rapit Test kemarin jangan di sembunyikan, ini lah dampaknya saya yang tidak di periksa kok saya yang kena, " Terang Halimah dengan Tegas.(dian)