Sarolangun- Hadapi new normal dikabupaten Sarolangun yang terus melakukan pembenahan, sangat disayangkan adanya fasilitas alat pengaman diri (APD)  berupa alat pengujur suhu yang tidak tersedia dengan maksimal.

Sebelumnya kepala puskesmas Sarolangun Sri Santi Nora yang mengeluhkan dengan minimnya ketersediaan alat pengukur suhu (termogran) yang hanya tersedia satu, sementara kebutuhan alat pengukur suhu dibutuhkan dalam masa menghadapi new normal covid-19.

Pernyataan kepala puskesmas Sri Santi Nora yang mengeluhkan ketersediaan alat pengukur suhu disaat sosialisasi hadapi new normal di ruang aula kantor camat Sarolangun Rabu 10/06/2020.

"Iya kita sejauh ini punya satu alat pengukur suhu badan, beberapa kali kita ajukan belum di penuhi, ketersediaan layaknya kita ada empat alat, namun kita punya hanya satu alat pengukur suhu" Jelasnya pada rabu 10/06/2020 di aula kantor camat Sarolangun.

Beredarnya berita pernyataan kepala puskesmas Sri Santi Nora Sempat menimbulkan kekhawatiran atas pernyataanya, bahkan dinas kesehatan sempat khawatir beredarnya kekurangan APD sehingga kepala puskesmas minta klarifikasi atas pernyataanya dan meminta untuk mengcounter pernyataanya sebelumnya.

Dalam klarifikasi sejumlah media yang ingin meminta klarifikasi dan mendatangi puskesmas Sarolangun pada selasa 16/06/2020.

Sayangnya setibanya media di puskesmas Sri malah tidak menerima dan tidak mau untuk klarifikasi, dirinya meminta hanya beberapa orang saja yang menemuinya, sehingga sejumlah wartawan yang hadir tidak diperkenankan dan berakhir sri santi nora tidak mau dan meninggalkan lokasi, sementara pemberitaan beredar tidak hanya empat media online saja.

" Saya cuma mau satu orang saja yang ngadap saya atau empat orang saja yang kemaren mewawancai saya, kalau tidak saya tidak mau untuk klarifikasi" jelasnya selasa sore di puskesmas 

Tindakan kepala puskesmas Sarolangun sri santi nora dinilai anti kritik dan anti terhadap pemberitaan wartawan, pasalnya sebelum nya kepala puskesmas sendiri yang meminta untuk mengklarifikasi pernyataanya yang menyatakan alat pengukur suhu di wilayah puskesmas Sarolangun hanya tersedia satu dan itu tidak memenuhi kebutuhan, terlebih saat ini kabupaten Sarolangun masih menghadapi era new normal.(dian)