Jambi - Seminar Nasional, Webinar yang dilaksanakan Pusat Studi Gender Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Unja, yang dilaksanakan tanggal 24 Juni 2010, yang diikuti sekitar 130 peserta. Elita Rahmi Guru Besar Fakultas Hukum salah satu pembicara pada seminar tersebut merujar bahwa penelitian tentang gender pada masa new normal penting dan strategis, karena perempuan selaku pengelola rumah tangga harus memiliki ketahanan pangan keluarga, artinya rumah tangga masa new normal syarat dengan kekerasan ekonomi, kekerasan psikis,karena perempuan harus bersiap menjadi centra pengaduan anak terkait dengan stay at home, membimbing house from school anak-anak, menyelesaikan pekerjaan kantor di rumah dan mengelola kebutuhan domestic keluarga, sehingga dapat dikatakan perempuan adalah ujung dombak masa new normal. 

Tidak menutup kemungkinan kasus inces atau hubungan sedarah kakak adik dapat terjadi akibat stay at home,kasus kekerasan anak akibat tekanan ekonomi keluarga, kasus kejahatan dan pelanggaran, serta kasus-kasus social dan budaya dapat terjadi dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun lingkungan social ayang lebih besar. Kasus kematian

Penelitian-penelitian gender harus ditopang dalam kebijakan pengurustamaan gender, agar masa new normal ketahanan keluarga kembali pulihsetelah sekitar 4 bulan kita berhadapan dengan virus covid 19.

Keadilan gender tidak dapat diartikan sama antar jenis kelamin, karena adanya perlakuan khusus yang dihadapi perempuan dalam rangka mendapatkan keadilan tersebut, karenanya peran Negara dalam mewujudkan keadilan gender berupa meletakkan hubungan hak dan kewajiban harus sesuai dengan keadaan dan sifat keperempuan yang akan diatur.

Pada seminar nasional tersebut. Ibu Ade Octavia selaku ketua LPPM Unja menginginkan adanya mata kuliah yang berprespektif Gender dalam kurikulum yang ada di setiap Fakultas .Acara yang dibuka oleh rector Unja Prof. Drs.H.Sutrisno.,M.Sc.,Ph.D memberikan sinjal bahwa UNJA akan support mengurustamaan gender terkait kebijakan dan anggaran.Disamping itu turut juga memberikan materi Bapak Indra Gunawan selaku Deputi Partisipasi Masyarakat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak dan Ibu Alimatul Qibtiyah, Komisioner Komnas Perempuan dan Prof Dr. Emy Susanti selaku Ketua Pusat Studi Gender Unair juga turut memberikan pemahaman tentang arti penting penelitian gender terkait berbagai isu Gender yang kini terus mengalami perkembangan. 

Pemerintah maupun pemerintah Daerah diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap perempuan masa new normal serta memsupport ekonomi keluarga miskin yang tersebar hampir setiap desa dan pelosok negeri. Perempuan selamat Indonesia dapat menjadi Negara maju atau tinggal landas 2045. (*)