Batanghari - Banyaknya aktifitas truk Batu Bara (baba) yang melewati jalur Ness, membuat pengendara dari Muara Bulian menuju Jambi atau sebaliknya, merasa terganggu dan marah. Hal itu disebabkan karena jalur Ness merupakan jalur alternatif bagi pengendara mobil minibus maupun sepeda motor untuk menghindari kepadatan jalan nasional Muara Bulian-Jambi. Akibatnya, jalur tersebut menjadi sempit dan tidak nyaman lagi dilalui. 

Salah seorang warga yang kerap melintas dijalan Ness tersebut, Iwan (42) kepada Halojambinews, Rabu (30/01/2019), menghimbau kepada pihak Komunikasi Angkutan Batubara (KOTURA) Jambi, agar memberi warning kepada para sopir baba, agar dapat jangan lagi melewati jalur tersebut. 

" Kalau jalur Ness ini truk baba sudah berseliweran lewat, baik muatan maupun kosongan, maka jalur ini semakin sempit dan rawan kecelakaan. Saya selaku warga harapkan KOTURA agar dapat bertindak bijaksana " kata Iwan. 

Pengalaman Iwan, beberapa waktu yang lalu, mendapati ada truk baba yang terguling di jalur Ness, sehingga membuat kemacetan panjang sehingga sangat merugikan daripada pengendara. 

" Jumat kemaren (25/01/2019), ada truk baba yang terguling. Posisinya berada di sebuah tikungan di Kampung 6. Akibatnya, jalanan macet dan kami sangat terganggu" ucapnya lagi. 

Dirinya berharap, agar ke depannya truk baba agar melintasi jalan nasional yang sudah biasa dilewati. Baik itu bermuatan atau sedang menuju tambang. 

" Muda-mudahan, harapan kami ini bisa terwujud. Truk baba melintas di jalur jalan nasional Muara Bulian-Jambi. " harapnya lagi.

Sementara itu Wakil Ketua KOTURA Jambi, Toni, ketika dikonfirmasi, menampung daripada keluhan masyarakat tersebut. 

" Saya mewarning kepada seluruh supir baba yang tergabung dengan KOTURA, agar jangan melewati jalur Ness lagi. Saya akan kasih selebaran kepada semua supir supaya mematuhi aturan tersebut" tegas Toni. 

Apabila nantinya setelah mensosialisasikan larangan tetsebut, masih ada juga yang. melanggar, maka jangan salahkan apabila masyarakat bertindak. 

" Kalau masih ada yang melanggar, jangan salahkan masyarakat, apabila nantinya masyarakat bertindak. Tolong patuhi dan jaga nama KOTURA" pungkas Toni. (Fri)