Pusat Sejarah Muara Tembesi Jadi Perhatian Khusus Firdaus Fattah
Halojambinews -Calon Bupati Batang Hari 2021-2024 dr.H.M. Firdaus Fattah, MARS, miris melihat kondisi cagar budaya sejarah yang ada di Muara Tembesi, tepatnya di Kelurahan Pasar Muara Tembesi. Pusat penyerahan kedaulatan Belanda ke Indonesia yang disaksikan oleh Wapres RI ke-I Dr. M. Hatta pada 1949 tersebut, kondisinya seperti tidak terperhatikan sama sekali.
Firdaus takut ke depannya sejarah tersebut akan hilang dan tak bisa diwariskan kepada generasi mendatang. " Saya sedih melihat hal ini. Pusat sejarah ini harus kita selamatkan. Ini menjadi agenda khusus saya apabila dipercaya dan terpilih pada Pilkada 9 Desember 2020 nanti." kata Firdaus, ketika kunjungan ke Pasar Tembesi, dalam rangka bersilaturahmi dengan masyarakat beberapa desa Se-Kecamatan Muara Tembesi, Sabtu sampai Senin (17/10/2020-19/10/2020).
Di Pasar Tembesi, Firdaus mengunjungi bekas bioskop Mawar, serta beberapa bangunan besejarah, seperti kantor pesirah, konteler, rumah demang, kantor PU, rumah asisten demang serta lainnya, sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat setempat.
" Banyak sejarah yang ada di Pasar Muara Tembesi yang harus dilestarikan dengan melakukan pemugaran dan dijadikan tempat Cagar Budaya Sejarah. Tempat ini juga mampu menjadikan sentra ekonomi bagi Kecamatan Muara Tembesi, di samping Pasar Minggu Kelurahan Kampung Baru. Ini agenda penting yang harusndijalankan nanti" tegas Firdaus lagi.
Dalam kunjungan 3 hari si beberapa desa se Kecamatan Muara Tembesi, Firdaus di samping menampung aspirasi masyarakat juganmenginap di rumah penduduk. Seperti di Desa Ampelu, masyarakat menyuarakan aspirasi tentang buruknya akses jalan desa tersebut. Ketika hujan, akan menjadi danau dan ketika kering jalanan penuh dengan lobang.
" Aspirasi masyarakat Ampelu, saya tampung dan melihat langsung kondisi jalan rusak tersebut" imbuhnya. Di samping itu, program yang disampaikan kepada masyarat, tentang wacana baju sekolah gratis. Hal ini sangat diharapkan masyarakat karena sudah berjalan di kabupaten lain. " Pemjmpin daerah, harus mau dan mengerti akan semua keinginan masyarakat." tandas Firdaus.(Fri)