SAROLANGUN - Terkait diduga Owner (Pemegang Arisan) yang viral di media sosial beberapa waktu lalu yang membawa kabur ratusan juta uang arisan anggota emak-emak di sarolangun, Pihak Owner (Pemegang Arisan) bernama Ratasya membantah hal tersebut, Kamis (01/04/2021).
Ratasya, Owner (Pemegang Arisan) tersebut membantah dengan mengatakan dirinya bukan kabur membawa uang arisan tersebut melainkan pergi ke singkut ada yang mau diurusnya.
"Saya bukan kabur melarikan uang arisan emak-emak tersebut tetapi saya pergi ke singkut bersama suami dan anak saya karena ada urusan mencari pinjaman untuk menutup arisan saya, itupun tidak lama bukannya berhari-hari hanya satu malam saja dari pukul 18:00 Wib sore hingga pukul 06:00 Wib pagi dan Hp saya pun aktif terus kecuali aku Fecebook saya tutup sementara"Kata Ratasya, Owner (Pemegang Arisan).
Disaat dirinya pergi ke singkut, Sekitaran Subuh pukul 04:30 Wib dirinya baru sadar bahwa sudah viral di media sosial."Saya telah dituduh melarikan uang arisan ratusan juta rupiah. Atas viralnya saya ini, beberapa orang anggota arisan mengancam saya melalui Media Sosial yang dikirim di Fecebook dengan komentar saya akan di bunuh dan Status What Shap juga begitu, sehingga saya panik dan ketakutan untuk pulang kerumah dan akhirnya saya dan suami serta anak saya putuskan untuk tinggal di tempat teman saya, "Terangnya.
Selanjutnya sekira pagi pukul 07:30 Wib, dia mendapatkan kabar dari tetangganya bahwa rumah milknya di bongkar oleh para anggota arisan tersebut." Isi rumah saya seperti alat-alat dapur, pakaian, alat kosmetik serta semuanya habis diambil oleh para anggota arisan tersebut tanpa tersisa sedikit pun dan bahkan papan titipin orang di depan rumah saya pun diambil juga oleh para anggota arisan tersebut, "Jelasnya.
Kemudian itu, Ratasya Owner (Pemegang Arisan) menjelaskan pada intinya berita tentang dirinya tu tidak benar semuanya ."Bahwa saya kabur melarikan ratusan uang arisan itu tidak benar. Memang saya membuka arisan sebanyak 10 group arisan dari yang kecil hingga yang besar dengan bermacam pariasi dari satu hari Rp 10.000 hingga Rp 100.000. arisan yang besar cuma ada satu yaitu perharinya Rp 100.000 itupun uang arisan semuanya belum ditangan saya hanya ada beberapa saja sebanyak Rp 3.700.000, "Tambahnya.
Tentunya kejadian ini membuat dirinya merasa dirugikan, seperti yang pertama nama baiknya tercemar, kedua rumahnya dibongkar ."Barang Rumah Saya Habis semuanya diambil para anggota arisan dengan total kerugian berkisaran puluhan juta rupiah, dan yang ketiga saya diamcam dengan Komentar dan status kiriman saya akan di bunuh. atas kejadian ini saya sudah melaporkan ke pihak kepolisian polres Sarolangun untuk menindaklanjuti atas kejadian yang menimpa saya ini dan saya berharap pihak kepolisian dengan tegas menindaklanjuti laporan saya ini, terutama pencemaran nama baik saya, Kerugian Saya, dan Pengancaman terhadap saya, "Tandasnya.(Sr.dian)