SAROLANGUN - Warga Kecamatan Sarolangun dicemaskan dengan adanya pipa jaringan gas (Jargas) yang bocor serta berbau menyengat atau tidak sedap, Senin (02/08/2021).
Pasalnya, Jaringan gas (jargas) di Kabupaten Sarolangun sudah memasuki tahap penyaluran yang meliputi sektor di setiap kelurahan yang ada di Kecamatan Sarolangun membuat masyarakat bertanya-tanya tentang Standar Keamanaan bagi penggunaan Gas alam dari program pemerintah.
Salah Satu Warga Kecamatan Sarolangun Indri mengatakan sudah mendapatkan penyaluran gas bawah tanah yang telah berjalan lebih kurang 4 bulan di sektor Kelurahan Gunung Kembang.
"Kita sempat sedikit khawatir karena jika suatu saat kedepannya ada pipa yang mengalami kebocoran seperti yang terjadi di Kelurahan Aurgading yang lalu, "Jelasnya.
Disekitar tempat kami belum ada kebocoran pipa, tapi kami juga khawatir jika di tempat kami ada kebocoran dan tidak diketahui oleh petugas Perusahaan Gas Negara (PGN).
Selaku Koordinator lapangan dari PGN Sarolangun Yan saat dikonfirmasi mengatakan terkait kebocoran yang terjadi di kelurahan Aurgading kemarin, bukan dikarenakan pipa nya, melainkan dilokasi itu ada pihak ke 3 yang melakukan pengerjaan pembukaan jalan dan dibawahnya terdapat saluran pipa gas yang menyebabkan kedalaman pipa jadi berkurang dan dikarenakan kendaraan atau alat berat yg melintas diatas nya jadi pipa itu bocor.
"Bau yang menyengat keluar itu bukan gas, tapi merupakan sebuah tahap awal pengecekan sebelum penyaluran gas bawah tanah sesungguhnya. Pengecekan yang dimaksud merupakan (Zat Oudoran) zat pembau tersebut disalurkan lebih dulu, yang berfungsi untuk petugas agar bisa memantau dimana letak lokasi pipa yang berkemungkinan bocor sebelum penyaluran gas bumi, jadi SOP nya sudah kita jalankan dan tentunya aman, "Jelasnya.
"Kepada masyarakat sarolangun, jika ada pengerjaan konstruksi atau pembukaan jalan yang mencakup kawasan saluran pipa gas bawah tanah agar mengkonfirmasi ke Kantor Perusahaan Gas Negara (PGN) yang ada di Sarolangun, "Ungkapnya.(Sr.dian)