Halojambinews : Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief, SE, menghadiri pelantikan DPD IWO Batang Hari, Senin (14/02/2022) di Teras Tembesu Hutan Kota Muara Bulian.
Pelantikan itu sendiri dilakukan langsung oleh Ketum PP IWO Jhodi Yudono, kepada Pengurus DPD IWO Batang Hari yang dipimpin oleh Rudi Siswanto.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Kapolres Batang Hari, Kepala BNNK Batang Hari, Danramil Batang Hari, Ketua DPW IWO Provinsi Jambi, para kepala OPD, Ormas dan undangan. Bupati dalam sambutannya, mengharapkan supaya insan pers yang tergabung dalam IWO bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik.
" Saya berharap agar insan pers di Kabupaten Batang Hari dapat bekerja sesuai kode etik jurnalistik. Pemberitaan harus sesuai data dan fakta serta dilengkapi dengan konfirmasi pihak terkait" ucap Fadhil.
Kritikan dan masukan, sambung Bupati, jangan sungkan-sungkan dituangkan di dalam pemberitaan. " Pemberitaan berisikan masukan, kritik dan saran, jangan sungkan. Namun, sesuai fakta tadi agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak yang dituju. Kritikan dan saran ini adalah sebagai bentuk perhatian kepada kita semua. Yang salah jangan didiamkan. Silahkan wartawan untuk mengkoreksi. Jangan alergi dengan wartawan karena mereka adalah mitra bagi Pemkab Batang Hari" ujar Bupati.
Ketum PP IWO Jhodi Yudono, seusai melantik sekaligus membacakan Ikrar IWO kepada Pengurus IWO Batang Hari periode 2021-2026, dalam sambutannya mengharapkan kepada seluruh insan pers di Bumi Serentak Bak Regam mampu menyuarakan berita yang baik dan berimbang.
" Wartawan itu ibarat nabi yang selalu menginformasikan kebenaran. Kebenaran tersebut berdasarkan fakta dan nara sumber yang bertanggungjawab. Tidak ditambah dan juga tidak dikurangi" terang Jhodi.
Sementara itu, Rudi Siswanto selaku Ketua DPD IWO Batang Hari seusai pelantikan, mengharapkan kepada Pemkab Batang Hari beserta jajarannya, agar jangan alergi dengan insan pers.
" Jangan alergi dengan kami para insan pers. Kami ini adalah mitra pemerintah. Kami siap bersinergi demi pembangunan Batang Hari ke depan" pungkas Rudi Siswanto. (Fri)