Halojambinews : Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief, SE, akan mengusulkan kepada Kemensos RI agar Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin difungsikan menjadi pemukiman bagi warga Suku Anak Dalam (SAD).
Hal ini disampaikannya kepada Mensos RI Tri Rismaharini, Rabu (16/03/2022) ketika mendampingi Mensos mengunjungi SAD di Sungai Terap, Desa Olak Besar, Kecamatan Batin XXIV. Bupati mengatakan bahwa Kabupaten Batang Hari memiliki Tahura dengan luas 15.810 haktar.
Dari luas tersebut masih terdapat sekitar 6.000 hektar yang merupakan hutan belantara dan masih terjaga alamnya, sementara sekitar 60 persen luas Tahura tersebut sudah di akuisisi oleh masyarakat.
“Kabupaten Batanghari memiliki Tahura yang merupakan endemik dari Pohon Kayu Bulian yang juga merupakan permukiman dari warga SAD, dan kayu bulian yang di lindungi ini juga bisa dijaga oleh warga SAD,” kata Bupati.
Dijelaskannya, warga SAD memiliki adat dan kebudayaan yang terus dijaga dan dilestarikan. Salah satunya hidup dengan cara berpindah-pindah dari satu titik lokasi ke lokasi lainnya.
“Dengan luas lahan 6.000 hektare tersebut, warga SAD dapat hidup berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya di dalam kawasan Tahura,” jelas Bupati
Ia menyebut, dengan dilakukannya penghijauan kembali dan pembenahan di Tahura maka Tahura tersebut dapat menjadi lokasi pemukiman warga SAD, dengan demikian pembinaan dan pemberdayaan terhadap warga SAD bisa dilakukan dengan lebih terpusat. Dinas Sosial Kabupaten Batanghari mendata ada 3.700 warga SAD di wilayah Kabupaten Batanghari.
Dari jumlah tersebut terdapat 101 kepala keluarga yang sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dan 749 kepala keluarga sudah melakukan perekaman data KTP elektronik.
“Kami akan mengirimkan proposal pembenahan Tahura tersebut kepada ibu Menteri Sosial. Selanjutnya dengan dilakukannya pembenahan di Tahura dan menjadi lokasi pemukiman bagi warga SAD, maka Tahura tersebut tidak hanya menjadi wisata alam namun juga menjadi wisata budaya karena begitu banyak budaya warga SAD yang masih dilestarikan hingga saat ini,” imbuhnya.
Sementara itu Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, Kementerian Sosial akan mendukung upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Batanghari.
“Kita tentunya mendukung apa yang direncanakan oleh Pemerintah Daerah karena mereka yang lebih memahami daerahnya, namun yang lebih penting selain memberikan mereka pemukiman yakni memberikan mereka akses ekonomi,” ucap Tri Rismaharini.
Mensos menyatakan akan melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah agar warga SAD mendapatkan pemukiman yang layak dan juga mendapat akses ekonomi yang lebih mudah.(Fri)