Unjuk rasa belasan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kampus Universitas Islam Sarolangun (UNISAR), Selasa (23/06/2026) di Gedung DPRD Sarolangun di sambut Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani dan Anggota Komisi III.
Para mahasiswa menuntut beberapa hal, diantaranya (1). Meminta Ketua Dprd menghentikan Makan Bergizi Gratis (MBG) (2). Mendesak Ketua DPRD membuat PERDA terkait Mobiliasasi Batu Bara, karena jalan lintas adalah jalan negara bukan jalan Perusahaan. (3).
Menduga salah satu pejabat sarolangun ada kongkalikong bersama pihak perusahaan batu bara. (4). Meminta hentikan aktivitas pengangkutan batu bara disarolangun sampai terselesainya pembuatan PERDA MOBILISASI BATU BARA. Dalam aksi UNRAS ke gedung DPRD Sarolangun tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP, yang kemudian dilakukan audiensi di ruang rapat DPRD Sarolangun.
Hadir dalam audiensi tersebut, Ketua Komisi III DPRD Sarolangun Yusuf Helmi AB, Para Anggota DPRD Sarolangun (Nurdin, Fazin Hisabi, Fatimah, Yulian Donopan, Bambang Gunawan, Azhar Pulungan dan Budi Handoko), Kabag OPS Polres Sarolangun Kompol Angga Luvyanto, SH, Kasat Intelkam Polres Sarolangun AKP Wiji Nur Eko Wahyu, SH, MH, Kadis Perhubungan Sarolangun Supriyanto, S.IP, Sekretaris DPRD Sarolangun Kaprawi BM, SH, M.HI, MM, Jajaran OPD terkait dan jajaran mahasiswa dari Aliansi Ormawa dan PK PMII UNISAR.
Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi ke DPRD Sarolangun, dan pihaknya akan menampung serta menyuarakan aspirasi ini ke Pemerintah Pusat karena persoalan Makan Bergizi Gratis merupakan program Nasional serta terkait jalan nasional yang dilintasi angkutan batubara tentu juga kewenangan pusat.
” Tuntutan yang disampaikan akan kami sampaikan ke pemerintah pusat, dan mengenai kewenangan kami di daerah kami akan usahakan bersama legislatif dan eksekutif,” katanya.
” Sesuai dengan tupoksi masing-masing, dinas perhubungan sudah kami panggil dan akan ditindaklanjuti secepat mungkin mulai malam ini. Kita telusuri dengan bekerjasama dengan aparat kepolisian polres Sarolangun, siapa pejabat yang dimaksud berbuat hal demikian,” kata nya.(Gun)