SAROLANGUN – Angka kasus stunting di Kabupaten Sarolangun hingga bulan Agustus 2023 jumlahnya menurun dibandingkan dengan Bulan Februari 2023. Hal ini dikatakan Pj Bupati Sarolangun, Bachril Bakri, dalam pemaparannya di depan peserta Rapat Kordinasi (Rakor) Bidang Kesehatan Kabupaten Sarolangun 2023, yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, di aula Hotel Nafity Sarolangun, kemarin, (18/10/2023).
Dalam pemaparannya Pj Bupati menyebutkan jumlah kasus Stunting di Kabupaten Sarolangun pada bulan Februari 2023 berjumlah 740 kasus atau sebesar 4,85 persen. Sedangkan pada Bulan Agustus 2023 jumlahnya menurun menjadi 679 kasus atau sebesar 4,13 persen.
“Sehingga terjadi penurunan sebesar 61 kasus atau sebesar 0,27 persen,” ujarnya. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, lanjutnya, jumlah kasus Stunting yang paling tinggi terjadi di Puskesmas Pekan Gedang Kecamatan Batang Asai yaitu sebesar 103 kasus atau sebesar 7,44 persen. Sementara kasus stunting paling rendah yaitu Puskesmas Air Hitam Kecamatan Air Hitam yaitu sebesar 10 kasus atau 1,40 persen.
“Trend kasus stunting di Kabupaten Sarolangun dari tahun 2021 hingga Bulan Agustus 2023 menurun. Dari data e-PPGBM tahun 2021 jumlah kasus stunting di Sarolangun berjumlah 1232.
Kemudian pada tahun 2022 menurun menjadi 985 kasus, lalu tahun 2023 Bulan Februari menurun lagi sebesar 740 kasus, dan data terakhir bulan Agustus 2023 jumlah stunting kembali menurun sebesar 679 kasus,” jelasnya. (Gun)