Jambi – Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi menggelar Pasar Lelang Terpadu Komoditi Agro edisi ke-II di Hotel Ratu, Muara Sabak. Selasa (27/6/2023).
Lelang komoditi ini sebagai sarana transaksi yang efektif dan efisien bagi pelaku usaha di Provinsi Jambi menuju Jambi Mantap tahun 2024.
Kegiatan lelang ini diikuti puluhan peserta dari seluruh Provinsi Jambi.
Lelang ini dibuka langsung oleh Kadis Perindag Tanjab Timur, Muhammad Awaluddin.
Muhammad Awaluddin mengatakan pasar lelang terpadu komoditi agro merupakan lelang yang mempertemukan penjual atau petani/produsen dan pembeli baik lokal maupun luar daerah.
“Pasar Lelang terpadu komoditi merupakan upaya Pemerintah dalam memasarkan produk pertanian, perkebunan, makanan olahan serta pelaku agribisnis melalui sistem forward atau penyerahan kemudian,” ujarnya.
Ia menjelaskan kegiatan ini guna mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di bidang perdagangan komoditas agro, kata Kemas, perlu diciptakan iklim usaha yang mendukung efisiensi perdagangan komoditas agro.
“Melalui kegiatan ini tentu kita berharap akan terjadi transaksi yang transparan, wajar dan menepati janji, kami berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha dengan baik,” jelasnya.
Adapun produk potensial Provinsi Jambi yang dapat memasuki pasar lelang adalah kayu manis, kopi, pinang, kelapa, sayuran, madu, makanan olahan, beras dan lain sebagainya.
Adapun tujuan dilaksanakannya pasar lelang komoditi agro ini bertujuan untuk menciptakan sistem perdagangan yang lebih baik melalui mekanisme pembentukan harga yang transparan dan peningkatan efisiensi pemasaran.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan alternative mekanisme pemasaran dalam bentuk pasar yang terorganisir yang mentransaksikan komoditas menggunakan sistem lelang,” tuturnya.
Ia menambahkan peserta dari kegiatan lelang ini berjumlah 65 orang terdiri dari pelaku usaha atau penjual sebanyak 45 orang, pembeli sebanyak 15 orang dan pengamat sebanyak 5 orang.
Adapun total transaksi dalam pasar lelang komoditi Agro edisi ke-II 2023 ini yaitu mencapai Rp 12 miliar lebih
Dimana paling banyak transaksi Kopra atau kelapa cungkil dengan pemesanan sebanyak 2.250 ton, kemudian pinang sebanyak 292 ton, bera 52,9 ton, madu 900 kilogram dan aneka makanan ringan 6.600 Pcs