JAMBI – Bahan makanan dan angkutan udara diprediksi menjadi komoditi terbesar penyumbang inflasi di Jambi selama ramdhan. Bank Indonesia Provinsi Jambi menyebutkan bahwa pada ramadhan dan idul fitri bahan makanan menjadi komoditi yang cukup riskan mengalami pelonjakan.

Bayu Martanto, Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Jambi mengatakan, diperkirakan inflasi saat ramadhan nanti sebesar 0,55 - 0,9 persen. pihaknya berharap inflasi tidak melebihi 1 persen, untuk itu, dibutuhkan upaya berupa koordinasi dan kerjasama antara TPID, Satgas Pangan dan instansi terkait.  

“Untuk itu kestabilan harga , TPID melakukan pasar murah . selain itu saat ini melalui toko TPID di pasar angsoduo juga untuk stabilisasi harga dimana bulog yang mensuplai barang dan menyediakannya dngan harga yang kompetitif. Pemda juga melakukan pasar murah seperti yang kemarin dilakukan pada komoditas bawang putih,” ujarnya, kepada wartawan dalam Konferensi Pers di Swiss-Belhotel Jambi, Selasa (7/5/2019) lemarin. 

“Besar dugaan inflasi sebagian besar disumbangkan bahan pangan dan harga tiket,” kata Bayu Martanto.

Ia menerangkan, lonjakan harga tiket pesawat yang belakangan ini terjadi memebrikan pengaruh. Jika dibandingkan tahun lalu, pergerakan harga tiket saat ramadhan masih relative kecil. Sedangkan ditahun ini peningkatan cukup tinggi.

“Ditahun lalu harga tiket ada hari-hari tertentu yang tinggi, sekarang posisi harga tiket itu tinggi,” sebutnya .

Dibulan Mei , sumbangan inflasi dari transportasi udara memberikan dampak cukup signifikan di ramadhan dan idul fitri. Sementara bahan pangan memang tidak bergerak cukup tinggi. Begitu pula untuk harga pangan, Ia menegaskan sejak beberapa hari belakangan sudah terpantau harga bahan pangan yang sudah mengalami lonjakan, Salah satunya bawang putih . Pihaknya memprediksi bahan pangan yang diperkirakan menyumbangkan inflasi terbesar yakni bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi, cabai.

“Ini memang komoditi yang biasanya menjadi penyumbang inflasi saat puasa,” terusnya.

Ditambahkan oleh Fadhil Nugroho, Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi mengatakan, dari pantauan Bank Indonesia Provinsi Jambi selama 5 tahun terakhir diperiode ramadhan dan idul fitri angkutan udara menjadi penyumbang inflasi nomor 1 di Jambi . Untuk bahan pangan juga menjadi penyumbang terbesar.

“Selama 5 tahun berturut-turut menjadi penyumbang terbesar itu angkutan udara . Selain itu cabai merah dalam Lima tahun terakhir penyumbang inflasi,” jelas Fadhil.

Sementara itu, jika melihat pergeraskan ifnlasi apda April 2019 inflasi utama didorong oleh kelompok komoditas bahan pangan seperti bawang merah, daging ayam ras dan bawang putih yang mengalami kenaikan harga akibat berkurangnya pasokan serta tingginya tariff angkutan udara. (uya)