Kopi Jenis Robusta Paling Banyak Diminati

Jambi - Memasuki hari ketiga peringatan Hari Kopi Internasional, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi menggelar pasar lelang terpadu khusus kopi edisi III di halaman Ratu Convention Center, Kota Jambi, Kamis (3/10/2019).

Pasar lelang ini, diikuti sekitar 70 peserta mulai dari petani hingga pembeli. Tidak hanya dari Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi saja, lelang ini juga diikuti oleh beberapa Provinsi di Indonesia seperti Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Jawa Barat dan Jawa Tengah. 

"Terdapat tiga jenis kopi yang dilelang yaitu arabika, robusta dan liberika," ujar Ariansyah, Kepala Disperindag Provinsi Jambi. 

Dijelaskan Ariansyah, lelang ini diselenggarakan bertujuan untuk memutuskan mata rantai yang biasanya panjang antara pembeli dan penjual. 

"Adanya lelang agro ini bisa mempersingkat mata rantai antara petani dan pembeli, mereka kita temukan dalam pelaksanaan ini dan yang diuntungkan adalah petani," jelasnya. 

Ia berharap transaksi yang terjadi tidak hanya jual beli terhadap barang yang ada dalam pasar lelang. Melainkan, bisa berkelanjutan jual beli diluar pasar lelang terhadap petani. 

"Semoga lelang ini tidak ada di rekayasa, sehingga tidak terjadi adanya gagal bayar ke penjual. Jangan sampai ini terjadi," harapnya. 

Sementara itu, Kepala Bagian Penguatan dan Pengawasan Pasar Lelang Komoditas Bapeppti Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Himawan Purwadi mengatakan agar penyelenggaraan pasar lelang sesuai dengan harapan maka dilaksanakan beberapa mekanisme lelang baik itu spot atau transaksi langsung, maupun forward, dan transaksi lelang secara online yang disebut Sistem Pasar lelang terpadu. 

"Diharapkan dengan menggunakan sistem online para peserta jual dan beli bukan hanya terjadi di wilayah Jambi, akan tetapi wilayah Provinsi lain bisa terlibat dalam aktivitas jual beli komoditi kopi kali ini," katanya. 

Himawan menjelaskan, pasar lelang sebagai pemutus mata rantai yang terlibat dalam perdagangan, sehingga menjadi kesempatan pertemuan para pihak dapat dilakukan secara langsung. Namun demikian, sistem itu juga berkembang mengingat platform sering dilakukan dalam kehidupan sehari - hari yaitu dengan membangun sistem pasar lelang terpadu.

"Harapannya, agar transaksi lekang bisa dilakukan secara online. Kadang-kadang pertemuan kedua belah pihak juga memerlukan waktu. Jadi tanpa bertemu bisa dilakukan lelang, sepanjang peserta jual dan beli telah memasukkan data kedalam sistem yang tersedia," tandasnya. 

Adapun hasil lelang edisi khusus kopi ini, jumlah transaksi mencapai Rp 560 Jutaan. Dengan, transaksi terbanyak terdapat pada kopi jenis robusta terjual hingga 13.000 Kilogram dan arabika terjual sebanyak 10 kilogram. Sedangkan, kopi jenis liberika dalam pasar lelang kali ini belum ada pembeli yang berminat. (uya)