Jambi - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada bulan Desember 2019 turun 10,46 persen dibanding bulan November 2019, yaitu dari US$ 236,83 juta menjadi US$ 212,06 juta.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Wahyudin mengatakan penyebab utama turunnya nilai ekspor Provinsi Jambi bulan Desember 2019 adalah turunnya ekspor pada komoditi karet dan olahannya, komoditi pulp dan kertas serta komoditi gas.
"Pada bulan Desember 2019 kemarin juga tidak ada ekspor komoditi ikan dan udang," ujarnya, Kamis (6/1/2020).
Ia menjelaskan nilai ekspor sampai dengan bulan Desember 2019 yaitu sebesar US$ 2.841,24 juta, lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018, yaitu turun sebesar 7,26 persen.
Adapun, kontribusi terbesar terhadap total ekspor di Jambi adalah ekspor kelompok Pertambangan yaitu sebesar 59,31 persen, diikuti Kelompok Industri sebesar 34,41 persen, dan Kelompok pertanian sebesar 6,28 persen. Bila dirinci menurut komoditi, Kelompok Industri didominasi oleh karet dan olahannya yang memberikan kontribusi mencapai 15,87 persen.
"Penyumbang kontribusi terbesar dari Kelompok Pertambangan yaitu minyak dan gas yang mencapai 56,53 persen. Sedangkan dari Kelompok Pertanian, komoditi pinang memiliki sumbangan 5,11 persen," jelasnya.
Wahyudin menyebutkan secara umum nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada Bulan Desember 2019 ke beberapa negara utama mengalami penurunan.
"Ekspor Jambi yang mengalami kenaikan adalah ke Malaysia, Thailand, Jerman, Perancis, Jepang, dan India. Sedangkan pergerakan turunnya nilai ekspor dapat diamati ke negara Singapura, Inggris, Cina, Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan dan Taiwan.
Sampai dengan Bulan Desember 2019 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan bahwa sebagian besar transaksi ekspor mengalami penurunan. Namun demikian, ada beberapa transaksi ekspor ke berbagai negara mengalami peningkatan. Peningkatan terjadi pada ekspor ke Thailand, Inggris, dan Jepang.
Ekspor Jambi ke tiga negara utama berdasarkan komoditi yang diekspor pada bulan Desember 2019, jumlah ekspor ke tiga negara mencapai 70,44 persen dari total ekspor.
Ekspor terbesar adalah ke negara Singapura sebesar 49,35 persen dengan komoditi utama yaitu komoditi migas, komoditi kayu lapis, serta komoditi kopi, teh dan rempah. Selanjutnya adalah ekspor ke Malaysia sebesar 13,96 persen dengan komoditi utama adalah komoditi minyak nabati, komoditi batubara, serta komoditi kopi,the dan rempah.
Sedangkan komoditi terbesar yang diekspor ke Jepang adalah komoditi karet olahan, komoditi minyak nabati, serta komoditi kayu lapis. (uya)