Jambi - Tim gabungan berhasil menangkap tiga pelaku ilegal logging yang berada di Desa Petaling, Kabupaten Muaro Jambi. Ketiga pelaku tersebut berinisial LT, EN dan MD, semuanya warga Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengatakan pengungkapan kegiatan ilegal Logging berawal dari tim gabungan Polda Jambi, Polres Muaro Jambi, TNI, KLHK, Dinas Kehutanan dan BPBD melakukan patroli skala besar pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Muarojambi.
"Dalam kegiatan itu, berhasil mengamankan setidaknya ada 3 orang pelaku yang sekarang diamankan di Polda Jambi," ujarnya didampingi Kasubdit IV Tipiter Dirkrimsus Polda Jambi AKBP Andi Ichsan, serta Kapolres Muarojambi, AKBP Ardiyanto. Senin (7/6/2021).
Sigit menjelaskan penanganan kasus ilegal logging tersebut akan diserahkan kepada balai penegakan hukum Bagian sumatera dari kementrian KLHK.
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni lima kubik kayu, alat pemotong kayu (chainsaw) dan beberapa peralatan yang mereka gunakan hidup sehari-hari.
Peran ketiga pelaku tersebut yakni memotong atau menebang kayu yang berada di Lokasi hutan. Dimana mereka nanti akan menyetor kayu tersebut kepada pemodal.
"Kegiatan mereka ini menebang kayu yang berada di lokasi hutan. Diatas mereka ini Ada pemodal yang menghubungkan antara hasil hutan dengan pembeli, baik di Jambi maupun di Sumatera selatan. Mereka diupah sekitar Rp 800 ribu perkubik nya," jelas Dirkrimsus Polda Jambi.
Sigit menuturkan, untuk kayu yang diambil para pelaku yakni jenis rimba campuran, seperti jenis kayu meranti, kayu jenis punak dan beberapa jenis lainnya yang berada diwilayah hutan tersebut.
"Mereka bermalam dan tinggal dihutan. Pengakuan pelaku, kekompok ini baru saya masuk dan kembali kelokasi tersebut kurang lebih 10 hari," katanya lagi.
Saat ini, Polda Jambi berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan masih memburu pemodal pembalakan kayu ilegal yang terjadi di Desa Petaling Kabupaten Muarojambi.
"Kita juga telah berkoordinasi dengan Polda Sumsel untuk mencari pemodal ilegal logging tersebut," tutupnya. (uya)