JAMBI - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi dan stakeholder terkait lainnya untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2023 ini.
Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Jambi Komisaris Besar Polisi Feri Handoko mengatakan, untuk Provinsi Jambi serta Kabupaten Tanjab Timur dan Muarojambi telah dinaikkan statusnya menjadi siaga karhutla.
"Dengan dinaikkannya status ini, kita bisa dapat bantuan helikopter untuk patroli maupun water boombing. Kalau dari pihak BMKG, bulan Mei itu sudah mulai kering (kemarau, red)," kata Feri, Selasa (14/3).
Pada Selasa (21/3) pekan depan, lanjut Feri, juga akan dilaksamakan apel siapa karhutla di Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi.
"Nantinya juga akan diadakan simulasi tim reaksi cepat (TRC) dengan melibatkan Manggala Agni, BPBD, serta pihak terkait lainnya," ujar Feri.
Lebih lanjut, Feri mengatakan Polda Jambi terus berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan karhutla di Jambi.
Polda Jambi sendiri, kata Feri, juga melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi karhutla. Salah satunya dengan rutin melakukan pemantauan hotspot.
"Setiap hari Kapolres harus melaporkan pemantauan hotspot. Kalau ada, langsung kita cek," katanya.
Selain patroli darat, Feri mengatakan patroli udara juga rutin dilakukan. Bahkan menurut Feri, patroli udara hasilnya lebih akurat.
Dikatakannya lagi, pemantauan juga dilakukan pelalui aplikasi 'Asap Digital' milik Polda Jambi. Namun untuk saat ini, kata Feri, pemantauan melalui 'Asap Digital' tidak bisa maksimal karena adanya sejumlah kendala.
"CCTV nya ada 14, dan di beberapa tiik kameranya harus diperbaiki. Kendala jaringan juga. Namun kemarin Direktur Reskrimsus sudah rapat sama pihak Telkom," bebernya.
Upaya pencegahan lainnya, kata Feri, yakni dengan mendirikan posko pemantauan di daerah yang rawan karhutla.
"Yang jelas kita lakukan antisipasi sedini mungkin," pungkasnya.