Batang Hari-Aktivitas ilegal drilling atau penambangan minyak ilegal di Provinsi Jambi masih marak terjadi. Meskipun pihak kepolisian telah berulang kali melakukan penindakan, tapi tidak menyurutkan para pelaku ilegal drilling atau penambangan minyak ilegal untuk melakukan aktivasinya.

Belum lama ini, tim khusus Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi telah melakukan penindakan dibeberapa wilayah Kabupaten di Provinsi Jambi. Dalam penindakan itu, tim khusus Ditreskrimsus Polda Jambi pun mengamankan sejumlah tersangka dan pemilik sumur. Walapun telah ditindak, ternyata aktivitas ilegal drilling atau penambangan minyak ilegal di Provinsi Jambi masih terus terjadi.

Seperti halnya di Desa jebak hutan raya Senami dan daerah bungku Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Dari aktivitas ilegal drilling atau penambangan minyak ilegal di desa itu. Di posting warga lewat video yang beredar. Dari video warga tersebut memperlihatkan ada pelangsir minyak menggunakan sepeda motor yang diatasnya penuh dengan jerigen. Dan terakhir ini kejadian Mobil Carry pick up dengan nomor polisi B 9341 JAC tersebut menabrak sebuah pagar rumah warga hingga roboh dan sopir langsung kabur , Kejadian tersebut diruas jalan Pal 3 Kecamatan Muara Bulian,Kabupaten Batanghari, Jambi/tepatnya di simpang perumahan,lorong Kalimantan . Selain pagar rumah warga, carry pick up ini juga, menabrak tiang merek bengkel las. Warga menyebut kecelakaan tunggal ini terjadi pada pukul 20.30 WIB. terjadi saat hujan disebabkan pengemudi kehilangan kendali,saat menghindari lubang.

Mobil berisi minyak ilegal driling yang melaju dari arah kecamatan bajubang,"kata warga setempat Awak media mencoba konpirmasi lewat via WhatsApp minta keterangan kepada Kasatreskrim Polres Batanghari kejadian terakhir bahwa mobil carry pick up tersebut membawa minyak ilegal driling yang nabrak pagar rumah warga. Kronologis kecelakaan tersebut seperti apa dan tindak lanjutnya sudah sebatas mana. Namun Hingga berita ini diturunkan Kasatreskrim Polres Batanghari belum memberikan jawaban.(Ham)