KUALATUNGKAL,Halojambi.id-Setiap bulan Ramadan Pemkab Tanjung Jabung Barat rutin memfasilitasi pengadaan Pasar Beduk untuk kebutuhan belanja kuliner Ramadan bagi masyarakat di Kota Kualatungkal, namun takun ini dipastikan pengadaan pasar Bedq yang dikelolah Pemkab Tanjung Jabung Barat tidak lagi dibuka tahun ini, hal ini pengalaman dua tahun berturut-turut lokasi pasar yang dipersiapkan tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya, sepi penjual dan pembeli.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Sawaludin F Tanjung yang dikonfirmasi Halojambi.id Kamis (27/2) melalui Kepla Bidang Perdagangan dan Pasar Marhalim mengemukakan bahwa menurut pemantauan kami dari pengalaman dua tahun berturut-turut 2023-2024 masyarakat tidak lagi berminat berkunjung kepasar Beduk yang difasilitasi Pemkab Tanjung Jabung Barat pengadaannya, sehingga tahun ini kegiatan alokasi Pasar Beduk tidak lagi difasilitasi oleh pemerintah daerah, masyarakat dipersilakan berbelanja kebutuhan kuliner Ramadan di lokasi-lokasi lain yang tersedia secara mandiri oleh para pedagang kuliner.

“Setelah pengalaman dua tahun berturut-turut itu kita fasilitasi pengadaan Pasar Beduk Ramadan di Alun-alun dan di Jalan Melati terlihat sepi peminat yang berkunjung sehingga melemahkan semangat pedagang makanan, untuk tahun ini kita tidak lagi memfasilitasi pengadaan pasar beduk, masyarakat bisa belanja di tempat-tempat penyedia makanan untuk berbuka diberbagai tempat yang tersedia,” ujar Marhalim.

Menurut Marhalim perubahan kondisi saat ini diera digital masyarakat bisa memesan sendiri delivery makanan dari rumah sehingga tidak lagi harus ke pasar beduk untuk belanja kebutuhan berbuka puasa mereka.

“ Sekarang ini telah banyak tersedia cara pesan makanan dari rumah yaitu delivery atau tempat-tempat lain yang menyediakan makanan berbuka puasa sehingga pengadaan pasar beduk seperti beberapa tahun lalu tidak lagi kita fasilitasi,” sebutnya.

Namun diujung keterangannya Marhalim mengatakan Pemkab Tanjung Jabung Barat tahun ini tetap mengadakan kegiatan pasar obral atau bazaar Ramadan akan dibuka mulai 15 Ramadan. “Untuk kegiatan pasar obral tetap akan dilaksanakan sebagaimana biasa setiap tahunnya yaitu pertengahan Ramadan sebagaimana biasanya,” kata Marhalim menutup keterangan.

Ketua Komisi 2 DPRD Tanjung Jabung Barat Syufrayogi Syaiful S.IP, MH yang dikonfirmasi Halojambi.id Kamis (27/2) di Kuala Tungkal mengemukakan bahwa pihak menilai hal ini terkait tidak lagi Pemkab memfasilitasi pengadaan Pasar Beduk untuk tahun ini akibat kondisi perubahan zaman yang semakin mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhannya secara digital dari rumah sehingga untuk spot Pasar Beduk tidak lagi menjadi trent yang menarik masyarakat pembeli.

“Jadi begini menurut saya tentang Pemerintah tidak lagi membuka kios pasar beduk, zaman sudah berubah, spot Pasar Beduk tidak lagi diminati masyarakat, mereka sudah bisa belanja kuliner Ramadan tanpa keluar rumah, belanja secara digital, setiap perubahan zaman ada kebiasaan berbeda dan berubah dan tentative sifatnya,” ungkap Syuprayogi. (ifa)