Jambi – Dalam upaya menjaga integritas dan stabilitas keuangan para aparatur sipil negara (ASN) serta pegawai tidak tetap (PTT) di lingkup Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, John Eka Powa, mengambil langkah tegas menyusul arahan langsung dari Gubernur Provinsi Jambi. Ia menginstruksikan secara resmi kepada seluruh jajarannya untuk menjauhi praktik pinjaman online ilegal serta aktivitas judi online yang kian marak dan meresahkan.

Dalam pernyataan resminya, John Eka Powa menekankan pentingnya menjaga kehormatan pribadi dan institusi, serta mewanti-wanti agar para pegawai tidak mudah tergiur oleh iming-iming keuntungan cepat dari platform pinjaman maupun perjudian online. Menurutnya, fenomena ini telah menjadi ancaman serius yang tak hanya merusak keuangan pribadi, tetapi juga dapat menghancurkan karier dan masa depan seseorang.

"Jangan biarkan judi online menghancurkan masa depanmu," tegas John dalam arahannya yang disampaikan dalam apel pagi. Ia mengingatkan bahwa sebagai abdi negara, ASN dan PTT harus menjadi teladan dalam menjalankan hidup yang bersih dari praktik-praktik yang bertentangan dengan hukum dan norma sosial.

Instruksi ini juga dilandasi oleh meningkatnya laporan dan temuan internal terkait sejumlah oknum yang mulai terjerat pinjaman online dan praktik judi daring, yang tidak hanya berdampak pada kinerja pegawai, tetapi juga mencoreng citra lembaga pemerintahan.

Dinas Perhubungan Provinsi Jambi menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan internal dan memberikan edukasi secara berkala terkait bahaya pinjaman dan judi online. Sosialisasi dan pendampingan psikologis juga akan diberikan sebagai bentuk pencegahan dini.

Dengan langkah ini, John Eka Powa berharap seluruh jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Jambi dapat menjalankan tugas dengan lebih profesional dan bebas dari tekanan ekonomi akibat jeratan keuangan yang tidak sehat. Ia menutup arahannya dengan pesan yang kuat, “Masa depan adalah milik mereka yang bisa mengendalikan diri dan bijak dalam mengambil keputusan.”