Merangin— Ketua DPRD Kabupaten Merangin, Muhammad Rivaldi, menjadi perhatian masyarakat karena di dugan jarang terlihat dan masuk ke kantor DPRD selama beberapa waktu terakhir. Keadaan ini menimbulkan berbagai pertanyaan terkait kinerja dan komitmennya dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh media ini dilapangan mengungkapkan bahwa Rivaldi kerap absen tanpa keterangan yang jelas.

Kondisi ini memicu spekulasi mengenai alasan ketidakhadirannya serta dampaknya terhadap jalannya kegiatan legislasi di Kabupaten Merangin. Sejumlah masyarakat setempat menyampaikan pandangannya terkait hal ini. Diantaranya Irwan, ia mengatakan kecewa dengan kinerja Ketua DPRD Merangin.

“Seharusnya seorang wakil rakyat rutin hadir dan menjalankan tugasnya agar bisa mendengar langsung aspirasi masyarakat. Kalau jarang masuk, bagaimana masyarakat tahu apa yang mereka lakukan di sana?,” demikian ucapnya

Sementara itu, Arisman warga Merangin mengatakan seharusnya Ketua DPRD Merangin lebih mudah ditemui di Kantornya. “Sebagai warga Merangin, saya berharap ketua DPRD lebih aktif dan transparan. Jangan sampai absen terus tanpa penjelasan. Kami ingin pembaruan dan komunikasi yang baik.” Katanya Muhammad Rivaldi merupakan politisi muda PAN sekaligus putra dari Gubernur Jambi Al Haris, yang juga menjabat Ketua DPW PAN Provinsi Jambi. Sampai saat ini, pihak DPRD Merangin belum memberikan klarifikasi resmi terkait kondisi ketua mereka ini. Masyarakat pun berharap ada penjelasan resmi agar tidak menimbulkan persepsi negatif dan agar proses pemerintahan tetap berjalan dengan baik. Ketua DPRD dan Rivaldi sendiri belum dapat ditemui untuk dimintai keterangan terkait isu ini, karena lebih dari tiga kali media ini beserta tim mendatangi ruangan Rivaldi namun yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Bahkan ketika di hubungi melalui panggilan telepon cellular nya dirinya enggan mengangkatnya meski nada tunggunya berdering, bahkan ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp nya juga tidak dibalas. Harapan masyarakat dan rekan kerja adalah agar Rivaldi dapat memberikan penjelasan yang transparan dan memastikan kehadirannya dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota legislatif di Kabupaten Merangin. Terpisah Ketua Komite Wartawan indonisia (KWIP) Merangin Ady Lubis menyayangkan hal tersebut, Sebagai wakil rakyak hendaknya menjadi contoh yang baik sebagai utusan masyarakat merangin yang di percaya berada di gedung parlemen, apa lagi sebagai ketua DPRD merangin. Padahal kewajibanya sebagi wakil rakyak ,kalau jarang ngantor kemana lagi masyarakat merangin menyalurkan aspirasinya.(les)