Halojambi.id - Upaya pemerintah mewujudkan target produksi satu juta barel minyak per hari pada 2030 tidak hanya bergantung pada peningkatan kapasitas sumur migas, tetapi juga pada pengamanan ketat terhadap ancaman pencurian minyak dan pengeboran ilegal. Di tengah tantangan tersebut, kolaborasi strategis antara Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, SKK Migas, dan Kepolisian Daerah di lima provinsi operasi memainkan peran vital menjaga keberlangsungan produksi energi nasional.
Salah satu bentuk kerja sama yang paling menonjol tampak di wilayah Jambi. PHR Zona 1 memberikan apresiasi resmi kepada Polda Jambi atas keberhasilan jajaran kepolisian menggagalkan serangkaian aksi illegal tapping dan illegal drilling selama 2025. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh General Manager PHR Zona 1, Hari Widodo, kepada Wakapolda Jambi, Brigjen Pol M. Mustaqim, pada Senin (10/11).
Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara SKK Migas dan Polda Jambi, pengamanan jalur pipa PEP Jambi dan PHE Jambi Merang berjalan semakin efektif. Tahun ini, hingga November 2025, tercatat 12 kasus penggagalan aksi ilegal: 11 kasus di sepanjang jalur pipa PEP Jambi dan 1 kasus di jalur PHE Jambi Merang. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya dan menjadi bukti bahwa sinergi aparat dan industri migas mampu memberikan dampak nyata.
Rekam jejak Polda Jambi dalam pemberantasan kejahatan migas juga tampak pada empat kasus penggagalan di jalur pipa Tempino–Plaju pada tahun 2024, serta beberapa kasus serupa pada 2023. Tren positif ini menegaskan meningkatnya kesadaran masyarakat dan terjaganya aset negara dari kerugian besar akibat praktik ilegal.
General Manager PHR Zona 1, Hari Widodo, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen Polda Jambi.
“Pengamanan aset, patroli jalur pipa, dan penegakan hukum berjalan semakin optimal. Kontribusi Polda Jambi sangat besar dalam memastikan kelancaran operasi hulu migas, dan kami berharap sinergi ini terus menguat di tengah tantangan yang semakin kompleks,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolda Jambi Brigjen Pol M. Mustaqim menegaskan bahwa kepolisian akan terus menjaga komitmen dalam melindungi objek vital nasional.
“Apresiasi ini memotivasi kami. Namun yang utama, keamanan sektor migas adalah tanggung jawab bersama, dan kami menjalankannya dengan dukungan penuh PHR Zona 1 serta masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, penghargaan juga diberikan kepada 39 personel Polda Jambi dari berbagai fungsi—Biro Operasi, Ditpamobvit, Ditreskrimum, serta Polsek Sungai Gelam—atas dedikasi mereka menjaga keamanan jalur pipa migas.
Ke depan, SKK Migas bersama PHR Zona 1 berencana memperluas kegiatan apresiasi di provinsi lain, sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam menjaga operasi hulu migas dan mendukung ketahanan energi nasional.