MERANGIN — Polemik beras diinjak dan di area kerja yang disorot masyarakat kini bergerak ke tahap serius. Aktivis Kabupaten Merangin menyatakan tidak akan tinggal diam dan tengah mempersiapkan langkah konkret: aksi desakan ke kantor Bulog Cabang Sarko. Adha Pratama, aktivis yang memimpin pergerakan ini, menegaskan bahwa persoalan ini bukan hal sepele. Yang dipertaruhkan bukan sekadar citra sebuah instansi, melainkan keamanan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat dua kabupaten sekaligus — Merangin dan Sarolangun.
"Kami tidak akan diam. Dua kabupaten bergantung pada pasokan beras dari sini. Jika penanganannya dipertanyakan, maka masyarakat berhak tahu kebenarannya," tegas Adha. Saat ini, administrasi untuk pelaksanaan aksi tengah dipersiapkan. Langkah ini muncul setelah upaya konfirmasi awak media pada Rabu (14/10/2026) silam berakhir tanpa jawaban memuaskan.
Alih-alih mendapat penjelasan soal video beras yang beredar, pimpinan Bulog justru lebih banyak menonjolkan kedekatannya dengan media nasional — sebuah jawaban yang sama sekali tidak menyentuh inti persoalan. Ketiadaan klarifikasi resmi semakin memperkuat dugaan bahwa ada hal yang perlu dijelaskan secara terbuka.
Masyarakat berhak tahu: dari mana asal video tersebut, gudang mana yang terlihat dalam rekaman, dan apakah praktik serupa terjadi setiap hari di tempat penyimpanan beras yang kita konsumsi. Adha menegaskan, aksi ini bukan untuk menciptakan kegaduhan, melainkan memaksa pertanggungjawaban yang layak.
"Jika video itu salah, buktikan. Jika itu benar, perbaiki dan pertanggungjawabkan. Yang kami minta sederhana: kejelasan. Jangan biarkan masyarakat meraba-raba soal pangan yang masuk ke perut keluarga mereka." Pihaknya juga mendesak instansi berwenang melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi. Kondisi gudang, prosedur kerja, hingga pengawasan pekerja harus diaudit secara objektif, bukan sekadar penjelasan lisan di ruangan tertutup.
Hingga saat ini, waktu pasti pelaksanaan aksi belum dirilis, namun persiapannya terus berjalan. Kini mata masyarakat tertuju pada Bulog Sarko: apakah akan menunggu aksi turun ke jalan, atau menyambutnya dengan penjelasan transparan yang sudah lama dituntut publik? Karena urusan pangan rakyat, tidak boleh dijawab dengan keheningan.(les)