Sarolangun-Nenek Sabariyah warga tinggal di rt 16 Kampung Baru, kelurahan Dusun Sarolangun hidup sebatang kara tanpa adanya perhatian pemerintah.
Dalam pemberitan di media online itu Nenek Sabariyah yang berusia 71 tahun hidup dirumah gubuk reot dengan tidak memiliki saluran listrik, selain itu tanpa adanya sanak saudara dan tidak ada perhatian pemerintah pernah
Pemberitaan tersebut disayangkan Muhammad Dani adik nenek sabariyah yang tinggal disebelah rumahnya.Ia menceritakan bahwa rumah yang ditunggu nenek sabariyah pernah terbakar dan mendapat bantuan untuk rehap rumah serta atap seng.
Bahkan keluarga kerap membantunya namun ditolak nenek sabariyah ."Sabariyah tidaklah asing bagi warga kampung baru karena diketahui nenek sabariyah sedang mengalami sakit kejiwaan."ungkapnya.
Selain itu Khairul Rizal ketua RT 16 kampung baru kelurahan dusun Sarolangun sangatlah menyayangkan oknum media tersebut memberitakan hanya sebelah pihak dan mewawancarai nenek sabariyah yang sedang sakit kejiwaannya, dikatakan Anas bahwa sabariyah terus mendapatkan bantuan pemerintah seperti raskin, BPJS serta PKH.
Nenek Sabariyah tinggal dekat dengan ketua rt 16 .Rumah yang ditempati nenek sabariyah rumah warisan orang tuanya dan tidak memiliki aliran listrik.Hal tersebut dikarenakan nenek sabariyah tidak mau menerima bantuan.
"Bahkan pemasangan listrik sudah pernah dilakukan namun diusir oleh nenek Sabariyah hingga sampai saat ini rumahnya tidak teraliri listrik, tidak hanya itu bantuan alat dapur pun pernah diberikan, namun dijualnya."jelas Rizal .
Khairul ketua RT 16 berharap pemberitaan media haruslah profesional dan tidak mengambil keterangan dari satu pihak saja."Terlebih Nara sumber tersebut sedang mengalami gangguan kejiwaan"tambahnya.(Gun)