Sarolangun-Rabu malam, 30 warga asing asal Korea Selatan di geledah timpora di hotel abadi Sarolangun, dalam penggeledahan ditemukan obat obatan lengkap dengan alat medis asal korea.
Gerombolan warga asing mengaku dari korea selatan, rabu malam menginap dihotel abadi Sarolangun.Saat diketahui adanya warga asing, yang tidak melaporkan keberadaanya disarolangun, timpora yang terdiri dari tni, polri , dinas kesehatan serta kesbangpol sarolangun, langsung mendatangi hotel abadi dan diintrogasi, apa maksud dan tujuanya ke sarolangun.
Saat diintrogasi bersama Yonahes salah satu warga korea yang bisa berbahasa indonesia penuh dengan ketegangan, keberadaannya memiliki misi sosial pengobatan warga SAD yang berada disarolangun.
Dalam pemeriksaan diketahui adanya berbagai jenis obat obatan asal korea masuk tanpa dokumen lengkap, setelah melalui mediasi panjang Dinkes Sarolangun melakukan penyitaan, karena obat obatan tersebut illegal.
Kadis kesehatan Sarolangun Bambang saat di komfirmasi mengatakan untuk sementara obat-obat tersebut bawa dulu, "Karena obat-obat ini belum tau apa kandungannya karena belum terdata di badan pom, jadi kita sudah kordinasi dengan badan Pom propinsi, Hasil dari kordinasi sementara dari badan pom di tahan dulu berdasarkan petunjuk kita catat apa-apa saja item-itemnya apa-apa saja, terus kita buat laporan nanti badan pom yang menindak lanjutinya."ungkapnya.
"Sementara kita tahan di kepolisian, ada 24 macam jenis obat-obatan dan alat-alat Gunting biasa di gunakan untuk para medis untuk operasi, barang ini semua dari korea, untuk kandungannya kita tidak tahu karna kalau kita tanya pengakuannya untuk keluarga untuk komsumsi sendiri dan untuk keluarga korea yang ada di Sumsel."katanya.
Keesokan harinya, kamis pagi, mereka yang akan terbang ke jakarta melalui bandara silampari kota lubuk linggau sumatera selatan, tidak melalui pemeriksaan dari imigrasi Jambi, bahkan imigrasi yang telah dihubungi malam harinya tak kunjung datang.
30 warga asing asal korea selatan lepas begitu saja, karena lemahnya pemeriksaan timpora terhadap warga asing yang masuk.
Trisman pembimbing warga asing yang juga sebagai pendeta di salah satu gereja disarolangun mengaku kedatangannya karena banyaknya warga sad yang tidak diperhatikan kesehatanya.
"Masuknya warga korea ke SAD yang berada di kecamatan bathin 8 Sarolangun, memberikan sembako dan pengobatan,"katanya.
Sayang nya saat dipertengahan wawancara trisman ditarik dan enggan melanjutkan wawancara.(Gun)