Sarolangun-Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas (PU-PR), Canangkan untuk Memberlakukan Program Padat Karya, di Tengah Masyarakat.

Hal ini Bertujuan Untuk Membantu Masyarakat yang saat ini Sedang Terkena Dampak dari Virus yang Sangat Mematikan ini.

Ada 3 Jenis Bantuan yang di berikan Oleh Pemerintah untuk Masyarakat, Bantuan Pertama yakni Pembelian dan Pembagian APD kepada Masyarakat, ke Dua Pembelian dan Penyerahan Sembako dan Bantuan Langsung Tunai, dan yang ke Tiga Penguatan Ekonomi, Program Padat Karya yang akan kita Berlakukan ini, Termasuk pada Bantuan Penguatan Ekonomi untuk Masyarakat.

Bantuan ini berbentuk Pemeliharaan Terhadap Aset Infrastruktur Kabupaten, Seperti Perawatan Drainase, Ruas jalan Kabupaten, dan Aset Infrastruktur lainnya yang ada di Desa-desa, kita Berharap dengan di Berlakukannya Program Padat Karya ini dapat membantu Perekonomian Masyarakat, di tambah lagi Aset Infrastruktur Kabupaten tetap Terjaga.

Ibnu Ziadi.M.T Selaku Kepala Dinas PU-PR Sarolangun mengatakan mengingat Meluasnya Perkembangan Penyebaran Virus Corona ini, juga Berdampak di Kabupaten Sarolangun, dan ini sangat di Rasakan Langsung di Tengah-tengah Masyarakat, Terutama pada Dropnya Perekonomian di Kalangan Masyarakat.

Hal ini lah yang Menjadi Perhatian Khusus Oleh Pemerintah, di Mulai dari Pemerintah Pusat sampai ke Pemerintah Daerah, Menyikapi Hal Tersebut, Pemerintah memberikan 3 jenis Bantuan Kepada Masyarakat, Salah Satunya Penguatan Ekonomi, untuk di Kabupaten Sarolangun, Pemerintah Akan memberlakukan Program Padat Karya, yang di rencanakan akan Launching Pada Hari Senin mendatang, untuk Tahap Observasi, kita Akan Berlakukan Program ini untuk 3 Desa terlebih dahulu.

Ibnu Ziyadi juga menambahkan program Padat Karya Merupakan Program Pemeliharaan Aset Infrastruktur Kabupaten Sarolangun yang ada di Desa-desa, Seperti Bangunan Jalan, Drainase, Jembatan dan Bangunan lainnya.

"Yang menjadi Domain Pemerintah Kabupaten, kita akan terapkan Sistem Kerja, dengan Memprioritaskan Tenaga Pekerja Lokal dari Desa tersebut, untuk melakukan perawatan dengan cara Tradisional, seperti membersihkan di Pinggiran Jalan yang rumputnya sudah nampak menutupi ruas Jalan, dengan menggunakan Parang, "katanya. 

Program lainnya membersihkan Drainase yang tersumbat, Perawatan Jembatan dan perawatan lainnya.

Selain itu Terkait Upah yang akan di terima Pekerja, kita mengikuti Standar Upah Minimum Pekerja di Kabupaten, Besarannya Berkisar 100 Ribu Per Hari Setiap Pekerja.

"Untuk Sumber Dana yang Akan kita Gunakan, yakni bantuan dari Dana Penanganan Covid-19 yang di Ambil dari Sumbangan dari SKPD di Lingkup Pemerintahan Kabupaten Sarolangun, Hal ini Bertujuan untuk lebih membantu meringankan beban Masyarakat yang berdampak Langsung dari Penyebaran Virus yang Mematikan ini,"ujarnya. 

Di samping itu, pihaknya juga menghimbau Kepada Pemerintahan Desa dalam Kabupaten Sarolangun, apa bila ada Infrastruktur di Desa Masing-masing, yang menjadi Domain Pemerintah Kabupaten Sarolangun."Silahkan membuat Pengajuan melalui Pemerintah Desa, untuk dapat di Terapkan Program Padat Karya ini di Desa mereka, dengan Catatan agar Pemerintah Desa menyiapkan terlebih dahulu Tenaga Pekerjanya, dengan mencantumkan Nama Pekerja dalam Proposal usulannya,"ungkpnya. 

"Harapan kami Pekerja ini memang Betul-betul dari Kalangan Orang yang tidak mampu, dan yang Terdampak dari dampak Penyebaran Virus Corona ini, seperti Tenaga kerja Perusahaan yang di Rumahkan, atau dari Kalangan Orang yang terbilang Perekonomian nya di kelas bawah, Hal ini di lakukan, Selain membantu meningkatkan Perekonomian Masyarakat di tengah Ancaman wabah Virus Corona ini, infrastruktur Kabupaten Sarolangun juga tetap terawat dan Terjaga kelestarian nya." Tutur Ibnu Ziyadi"(budi)