SAROLANGUN - Sebanyak 50 pekerja Jaringan Gas Asal Jawa kembali memasuki Wilayah Kabupaten Sarolangun, Jumat (08/05/2020)
Kedatangan mereka yang bertempat di Mts Sarolangun RT.13 meresahkan masyarakan serta tidak ada sama sekali melaporkan kedatangan mereka di pihak RT setempat.
Terkait hal ini, Sebelumnya dalam hasil rapat tim gugus tugas covid-19 sarolangun yang langsung di intruksikan Bupati Sarolangun dan Ketua DPRD Sarolangun terkait pekerja jaringan gas ini tidak ada penambahan atau pun yang ada tidak diperbolehkan pulang kampung sebelum selesai.
Dalam hal ini, langsung di tinjau atau dihadiri oleh kakan Kesbangpol, Danramil, Camat Sarolangun, Bhabinsa, Lurah Aurgading yang wakili oleh Seklur, RT Setempat dan masyarakat MTS RT.13.
Dalam hal ini Ketua Rt 13 Aurgading Mahmud mengatakan pihaknnya terkejut dan tidak tahu dengan kedatangan pekerja ini di RT nya."Saya tidak mengizinkan mereka tinggal di tempat ini, Kita sudah kecolongan juga satu hari karena baru tau malam ini pukul 20:30 Wib, "Kata Ketua RT.13 Mahmud.
Sedangkan ketua APPS Sarolangun Ependi Tapai mengatakan sesuai perjanjian hasil kesepakatan pihaknya dalam rapat dengan Pemerintah Sarolangun tidak ada penambahan pekerja."Tidak ada penambahan pekerja jaringan gas ini lagi, dan sekarang ini kita menjadi rancu tentang hal ini, "Jelasnya.
Sementara itu, penanggung jawab dari pihak Jaringan Gas ini Agus mengatakan kedatangan mereka ini dari kita tidak tau sama sekali dan tidak ada yang dikonfirmasikan dari pusat."Jadi kita meminta kepada semua pekerja yang baru datang agar besok saya suruh pulang beri waktu mereka ini pulang ke jambi paling lama besok hari pukul 10:00 Wib pagi, "Terangnya.(Gun)