Jambi - Buntut dari Kekecewaan warga kepada Aparat desa terkait penyaluran BLT-DD dampak Covid-19 dan Pengelolaan dana desa (DD) yang tidak transparan berujung pada aksi demo.
Aksi demo yang digelar puluhan warga desa pematang pauh Kecamatan jangkat Timur kabupaten Merangin itu, digelar di kantor camat jangkat timur. Selasa ,(2/6).
Menurut Candra koordinator aksi, tuntutan warga meminta kades dan sekdes Transfaran soal penyaluran BLT-DD.
"Kami minta aparat desa Transfaran dalam penyaluran BLT-dd karena tida pernah dipublish nama-nama penerima dan diduga tidak tepat sasaran"kata candra.
Candra Mengatakan bantuan BLT-DD untuk warga desa pematang pauh tahap pertama diberikan kepada 50 KK."ini sangat tidak etis kita tahu bahwa di Anggarkan utnuk BLT-DD itu sendiri sebesar Rp.848 juta X 30 persen atau sebesar Rp 254 juta dan seharusnya kuota penerimaan manfaat sebesar 131 KK."katanya.
Kata candra warga berharap bantuan BLT DD agar di verifikasi ulang dan yang berhak menerima agar diberikan ulang, dan masih banyak warga lainnya yang berhak menerima," jangan hanya keluarga Aparat desa saja yang mendapat bantuan itu "katanya
Persoalan lain yang yang menjadi tuntutan warga, meminta kejelasan dari kades terkait pengelolaan dana desa (DD) tahun 2018 terkait sejumlah pekerjaan fisik didesa tersbut yang diduga SPJ fiktif.
Korlap aksi menegaskan sesuai dengan kesepakatan bersama yang telah disepakati dan ditandatangani dengan PLT camat Jangkat Timur, Kapolsek jangkat, serta dandaramil dan pendamping desa persolan tersebut harus diselesaikan dan tuntaskan dalam waktu dua Minggu kedepan."kita tunggu dengan kesepakatan tadi, jika tidak kita akan bawa kasus ini ke tingkat kabupaten dan provinsi"katanya
Terpisah, Plt Camat Jangkat Timur Mulyono, saat di konfirmasi ampar.id mengatakan pihak Menyambut baik aspirasi yang di sampaikan warga dan akan ditindak lanjuti sesuai peraturan yang berlaku.
"Kita terima aspirasi masyarakat, kita sudah duduk bersama kita akan tidak lanjuti "kata PLT camat.
Iya mengatakan terkait tuntutan masyarakat telah disepakati bersama diselesaikan ."kita sudah mediasi dan perwakilan warga, kita sepakat akan kita tindak lanjuti tuntutan warga paling lambat 2 Minggu kedepan "katanya.
Selanjutnya kata PLT Camat Jangkat Timur iya akan memanggil dan menyurati kades Pematang Pauh miminta kejaksaan dan penyelesaian terkait persoalan ini.
Kopolsek jangkat timur melalui Kanit Intel AIPDA Damujiono, membenarkan aksi demo Masyarat menutut Transfaransi terkait BLT-DD.
"Tadi aksi Masyarakat berlangsung damai, kita dari kepolisan mengerahkan 14 orang anggota mengamankan aksi"katanya
Iya mengatakan aksi tersebut Berlangsung kondusif, dan Kapolsek serta danramil turun kelokasi.
"Aksi sekitar 1,5 jam dan sekarang sudah bubar, dan sudah di mediasi dan sudah ada kesepakatan bersama"tutupnya.
Lanjutnya, Namun ada sedikit persoalan karena aksi demo ditengah Pandemi Covid-19 tentu samgat di sayangkan dan seharusnya di selesaikan dengan mediasi dan duduk bersama sebelum aksi demo.
Mirisnya aksi demo Masyarakat belum direspon dan dihadiri kepala desa dan sekdes, informasi yang perolehan pejabat desa sedang tidak berada ditempat. (*)