Batanghari - Di usia senjanya yang mencapai 100 tahun pada 20 April 2020 lalu, Bachtiar Oedin, pelaku serta saksi sejarah penjajahan Jepang serta penyerahan kedaulatan Belanda ke Indonesia pada 1949 dulu di Pasar Tembesi yang dihadiri Wapres RI Dr. Mohammad Hatta, mengharapkan kepada pemimpin Provinsi Jambi serta Pemkab Batang Hari, agar dapat memperhatikan serta merenovasi Pasar Tembesi yang merupakan salah satu tempat yang menjadi bukti sejarah perjuangan kemerdekaan.
" Kepada Gubernur Jambi maupun Bupati Batang Hari nanti, saya selaku pelaku dan juga saksi sejarah perjuangan kemerdekaan di Muara Tembesi mengharapkan agar tempat sejarah ini, dapat diperhatikan, direnovasi agar dapat menjadi warisan bagi anak cucu kita nanti. Kalau dibiarkan saja, maka tempat ini akan hilang ditelan ketidakberdayaan," kata Bachtiar.
Itulah harapan Bachtiar yang disampaikannya kepada Halojambinews, Selasa (09/06/2020) ketika menyambangi kediamannya di RT 02 Kelurahan Muara Tembesi.
Harapan Bachtiar, sangat beralasan karena Pasar Muara Tembesi adalah merupakan tempat Penyerahan Kedaulatan Belanda pada 1949 dahulu, di samping bukti-bukti sejarah yang sekarang bertebaran tanpa perawatan.
" Waktu penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia di Pasar Tembesi ini 1949 dulu, dihadiri oleh Wapres RI pertama Dr. M.Hatta. beliau sempat menginap di sebuah rumah yang sekarang lokasi SMPN 1 Batang Hari. Ini sejarah yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Juga tempat-tempat bersejarah lainnya, seperti benteng, rumah wedana, penjara Belanda dan yang lainnya. Sekarang semuanya terbiarkan begitu saja dan menunggu rubuh dimakan lapuk. Apa yang akan kita wariskan untuk anak cucu kita nanti?" ungkap Bachtiar lirih. (Fri)