Batanghari - Sekitar era 1976, beberapa anak sungai yang ada di Kabupaten Batang Hari, dipenuhi dengan berbagai jenis ikan. Penghuni sungai yang juga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut, seperti Ikan Bujuk, Toman, Jelawat, Jale, Sebarau, Tapa, Serundang, Buntal dan Arwana. Namun setelah banyaknya dibuka perusahaan perkebunan serta tindakan penyetruman sungai oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab, jenis tersebut, banyak yang berkurang. Malahan Serundang serta Arwana, dapat dikatakan sudah punah.

Hal ini dikatakan Zainal Abidin, Penangkar Ikan Sungai Air Tawar Sungai Panaradan Desa Tebing Tinggi, Kamis kemaren (25/06/2020).

" Ikan Serundang dan Arwana, sudah tak ada lagi. Pada 1976 sampai 1977 dulu, sangat banyak. Semenjak banyak dibukanya perusahaan perkebunan sawit yang diduga melakukan pemupukan, maka air dari kebun tersebut, mengalir ke anak sungai, sehingga keracunan. Belum lagi oknum-oknum yang mengambil ikan dengan penyetruman, membuat ikan mati." kata Zainal Abidin.

Sekarang ini, lanjutnya, berbagai jenis ikan tersebut, termasuk Ikan Kaco, sudah tinggal sebagian dan harus diselamatkan.

" Janis ikan yang tinggal, harus diselamatkan. Kalau tidak, maka jangan harap penghuni anak sungai air tawar bisa dikenal dan dilihat oleh anak cucu kita nantinya." ucap Zainal sedih.

Oleh karena itu, dirinya mewakili masyarakat lainnya, mengharapkan dinas terkait di Pemkab Batang Hari serta serta Pemdes Tebing Tinggi Kecamatan Pemayung ini, harus proaktif demi menyelamatkan habitat ikan air tawar yang ada di Sungai Panaradan ini maupun sungai-sungai di desa lainnya di Kabupaten Batang Hari.

" Dibutuhkan perhatian dan campur tangan dinas terkait maupun pemdes, demi menyelamatkan habitat ikan sungai ini. Kalau tak ada perhatian, maka suruh jenis ikan yang tinggal sebagian ini, akan musnah." harap Zainal.

Sosok yang berasal dari Desa Terusan ini, sudah mencintai berbagai jenis ikan sejak menduduki bangku sma. Dalam hal penyelamatan jenis ikan air tawar sekaligus melakukan pengawasan sepanjang Sungai Panaradan sampai batas Kampung Pulau, sudah digelutinya sejak 1996 nan lalu. Itu terlihat di lokasi penangkarannya, dimana jenis ikan-ikan tersebut, dikembangkan biakkan dalam kotak penangkaran maupun jala yang ditaruh di sungai. (Fri)