Ratusan Warga Mandiangin dan SAD Sarolangun Minta Ganti Rugi Lahan

 

SAROLANGUN -Halojambi.id Ratusan warga Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun menggelar aksi demo di Jalan Lintas Sarolangun Muara Tembesi yang bertempatan di depan Kantor Camat Mandiangin, Senin (27/07/2020).

 

Dalam pantauan yang didapatkan, Warga Kecamatan Mandiangin menuntut Perusahaan Jambi Prima Coal ( PT.JPC ) untuk meminta ganti rugi lahan yang sudah di seroboti oleh pihak Perusahaan Jambi Prima Caol ( PT.JPC). Aksi ratusan warga mandiangin tersebut di Jalan Lintas Sarolangun Muara Tembesi dilakukan dengan penyetopan Mobil angkutan batu bara yang berstatus Mobil pengangkutan Perusahaan Jambi Prima Coal (PT. JPC) dengan memeriksa Surat Jalan/Delivery Order.

 

Dalam pemeriksahaan Surat Jalan/Delivery Order yang di lakukan oleh ratusan warga mandiangin, jika terdapat mobil operasional pengangkutan batu bara Perusahaan Jambi Prima Coal (PT. JPC) akan di stop serta mobil pengangkutan tersebut akan balik arah pulang atau tidak beroperasional.

 

Sementara itu, dalam masa aksi demo oleh ratusan warga mandiangin terdapat puluhan warga suku anak dalam (SAD) yang juga menuntut Peruhasaan Jambi Prima Coal (PT. JPC) untuk meminta ganti rugi kerusakan sungai pemusiran akibat aktivitas penambangan batu bara.

 

"Kita menuntut kepada perusahaan Jambi Prima Coal (PT. JPC) untuk ganti rugi kerusakan sungai pemusiran kita.

 

akibat aktivitas penambangan batu bara Peruhasaan Jambi Prima Coal (PT. JPC) ikan-ikan, labi-labi di sungai tidak ada lagi karena sungai pemusiran kita sudah keruh akibat aktivitas batu bara selama lebih kurang 10 tahun hingga saat ini" Jelas Temenggung SAD, Melamun.

 

"Jadi kita mau makan apalagi karena di sungai pemusiran itu lah aktivitas pencarian kita, maka dari itu kita menuntut ganti rugi kepada Peruhasaan Jambi Prima Coal (PT. JPC) sebanyak satu temenggung berkisaran 50 orang warga SAD kita.

 

Jika tidak ada tanggapan dari perusahaan itu kita akan aksi lagi yang lebih anarkis di Peruhasaan Jambi Prima Coal (PT. JPC) dengan membawa warga kita sebanyak 700 orang lebih, "Tandasnya. Selain itu, aksi ratusan warga mandiangin dan warga suku anak dalam (SAD) tersebut dijaga ketat oleh pihak aparat kepolisian Polsek Mandiangin dan Polres Sarolangun.(dian)