Warung Pisang Berjalan Ala Saguh Dan Zurifah

 

Halojambinews : Saguh (54) ditemani istri tercinta Zurifah (44), setiap hari masuk kampung keluar kampung di Kecamatan Muara Tembesi menjajakan berbagai macam jenis pisang yang tertata rapi di atas motornya.

 

Pisang tersebut seperti pisang barangan, pisang ambon, dan pisang manis. Pasangan suami istri yang tinggal di Bukit Paku Desa Pelayangan ini, sudah berjualan pisang ala warung berjalan ini selama 13 tahun.

 

" Saya jualan pisang ini sejak 2007 nan lalu. Alhamdulillah, mampulah untuk menghidupi keluarga serta dua anak gadis saya." kata Saguh kepada Halojambinews, Selasa (01/09/200/20) di Kampung Baru.

 

Pria kelahiran Jogja ini, mengakui bahwa pisang yang dijajakannya, bukan dari hasil kebunnya sendiri melainkan membeli dengan petani pisang di Kabupaten Tebo.

 

" Saya setiap 15 hari sekali membeli dengan petani di salah satu tempat di Tebo. Kalau dulu sekali beli bisa dua sampai dua setengah ton pisang. Sekarang cuma dua sampai tiga.pikul saja. Biasa, faktor alam." ungkapnya sambil tertawa.

 

Di samping dijajakan kepada masyarakat, pisangmya juga dibeli oleh orang-orang kantoran, terutama pegawai kantor yang wanita. " Banyak juga orang kantoran yang beli, seperti di kantor camat, kantor lurah dan juga kantor desa. Barakallah." tambahnya lagi.

 

Ketika ditanyakan pisang jenis apa yang sangat digemari pembeli, pria murah senyum ini mengatakan jenis pisang barangan. " Pisang Barangan paling laris.

 

Harganya persisir macam-macam. Ada yang sepuluh ribu, dua sisir dua puluh lima ribu dan yang tertinggi sesisir dua puluh ribu. Harga tergantung besar kecilnya ukuran." tandas Saguh.(Fri)